sitoradostdaram sitoradostdaram sitoradostdaram

Monday, October 12, 2015

-Miss You on The Airport-

do you still remember me?
tentang asa yang pernah terucap
tentang hati yang menggebu
meledak-ledak seperti letupan gunung


rindu..
iya, rindu..
rindu kamu disana
di sudut kejauhan, hanya terbaca oleh sosial media
melihat dan memastikan kau baik-baik saja

di tempat ini,
duduk memandang hiruk pikuk ramainya manusia
sambil mendengarkan lantunan musik
aku masih saja memikirkanmu

move on?
apakah itu kata yang tepat untukku?
kata siapa aku tak ingin move on darimu?
ingin... aku ingin sekali.
tapi, hati selalu berteriak dan menolak.

shitt things, right??
but that's the truly and madly

do you have any suggest
to find the right way
to delete you from my heart?

If you read this, please tell to me, jfrs


I though, only God knows.

_LaDy_
changi airport, 121015
Share Article on :

Sunday, September 13, 2015

-Jodoh Versi Paimin dan Inem-

Akhirnya menyentuh blog ini lagi. Entah kenapa hati tampak sungkan menyentuhmu beberapa waktu lalu. Mungkinkah karena begitu banyak masa lalu terurai dan terpampang jelas dalam tulisan. Hal - hal tampak sulit diungkapkan langsung. Hal yang hanya dimengerti oleh hati. Hal yang tak seorangpun dapat memahami isi pikiran ini. 

Beberapa hari terakhir ini, mendapat info tentang teman yang sudah 'martupol' ( tunangan, ikat janji ). Sangat bersukacita sekali. Hanya saja, dibalik kisah mereka ada pribadi yang terkecewakan. 
Alkisah, sang pria sebut saja Paimin sebenarnya sudah dua tahun menjalin hubungan dengan wanita sebut saja Narti. Bahkan mereka sudah menjalani konseling pra nikah. Usut punya usut, entah apa yang membuat mereka mengakhiri konseling itu dan memutuskan untuk berakhir. Aku tidak mau salah tafsir juga, tidak mau memihak salah satu dari mereka juga. Selang waktu berjalan, dalam hitungan dua bulan ternyata sang pria sedang mendekati wanita lain, sebut saja namanya Inem. Dan selidik punya selidik, ternyata Inem selama ini menyukai sang Paimin. Hanya saja rasa yang tidak terungkap selama bertahun tahun. Entah dengan alasan apa kenapa rasa itu tidak terungkapkan, hanya dia yang tahu. Dengar dari beberapa teman pun Paimin ini juga menyimpan rasa yang sama selama ini. Bahkan dengarnya selama bertahun-tahun juga. Pertanyaannya: Mengapa Paimin tidak mengungkapkannya sedari dulu? Mengapa dia malah memilih pacaran dengan Narti? What's wrong with you, Paimin??? 


Dengar cerita, bahwa Inem tidak pernah menyambut baik setiap sapaan Narti selama ini. Wuihh,, naha kitu neng? I dont know exactly. Mungkin cemburu kali yah.. Apalagi mereka saling kenal sebenarnya. 

Hal yang mengejutkan tiba-tiba ga ada angin ga ada badai, tiba-tiba Paimin sudah martupol dengan Inem minggu lalu, ketika aku sedang ngetrip ke Bali. Kilat banget yahh? Kapan jadiannya mereka? Kapan pertemuan keluarganya mereka??


Arghhhhh... mungkin ini namanya Jodoh kali yah. Sedang dengan siapapun Paimin ketika itu, sedang dengan siapapun Inem saat itu, jika memang sudah waktunya bertemu dengan jodoh, mereka akan dipertemukan. Walau mungkin dengan kondisi ada yang tersakiti. 

Inem ternyata sudah hampir dua tahun lebih menyimpan rasa dengan Paimin. Tapi kalau Paimin menurutku awalnya hanya iseng becanda-becanda dengan Inem. Terlebih lagi ketika itu Inem sedang menjalin hubungan dengan pria lain. Sampai akhirnya Paimin memutuskan mengajak Narti pacaran kurang lebih dua tahun. Namun, entah apa sebenarnya yang menjadi isi otak Paimin dan Inem. Sampai selama kurun waktu dua tahun itu ternyata mereka masih sama sama saling suka, namun rasa yang tidak terungkap. Entah karena gengsi atau karena kondisi yang tidak memungkin. Sampai pada akhirnya, Paimin langsung menyatakan " Kamu mau nggak menikah denganku, Nem? " 
Inem pasti seneng banget dong. Secara pria favorit dia selama ini, yang dia simpen dalam hati, atau bahkan mungkin sosok pria yang selalu dia bawa dalam doa. 

Yah bener, jangan pernah bermain api dalam hubungan lawan jenis. Yang ditakutkan adalah kita terbakar dengan api itu. Tapi, untuk hal ini, sebenarnya itu mungkin memang sudah salah satu jalan atau pun petunjuk Tuhan, dan mungkin baru dinyatakan Tuhan di tahun ini. 

Tampak tidak logis, tampak tidak bisa diterima hati karena ada yang terluka; namun demikianlah JODOH. Salah satu bagian jalan cerita cinta yang dibuat Tuhan untuk umatNya. 
Betapa tak terselaminya rencanaMu, Tuhan...

Anyway, how about you Lady? Jalan cerita cintamu dengan pria yang sebenarnya Tuhan pilihkan untukmu? Arghhhhh,, Tuhann...please... Aku masih percaya bahwa hal baik akan datang jika kita masih mau bersabar. *asyikkkkk..


Happy Sunday, my soulmate.
Where are you, now? 
I am still waiting here. 


.LaDy.
Jkt.130915.11.27wib
Share Article on :

Tuesday, July 21, 2015

-God be with you, Mrs.Tetty Djanuar -

Beberapa waktu ini aku diperkenalkan dengan rasa kehilangan melalui kisah hidup orang sekitar. 
Dan kali ini aku melihat betapa sakitnya kehilangan orang yang disayangi. Dunia serasa runtuh. Kaki serasa tak mampu menapak. Nafas yang begitu terasa menyesak. Air mata yang tak henti mengalir membasahi pipi. 
Demikianlah mungkin yang dirasakan oleh Ibu Tetty Djanuar yang kemarin pagi kehilangan sang suami terkasih Bapak Harry. 
Menurut cerita beliau, sang suami tidak ada gejala yang mencurigakan. Sang suami meninggal dipelukan beliau ketika beliau melihat sang suami yang tidur tampak sesak menarik nafas panjang. 
Dia memanggil dan berusaha untuk membangunkannya, namun firasat dia berbeda. Walau begitu dia mencoba meyakinkan bahwa sang suami baik-baik saja. Dia membawa sang suami ke rumah sakit terdekat, dan ternyata sang dokter menyatakan bahwa sang suami telah tiada. Diduga dokter bahwa ini karena sakit jantung. Gejala jantung tidak dapat diprediksi. Bisa datang kapan saja. Almarhum bukanlah perokok, namun dia memiliki sakit itu. Siapa yang menduga. Sungguh benar pernyataan bahwa 'usia orang siapa yang tahu?'

Ku tatap wajahnya yang pucat, mata yang membengkak, tubuhnya yang begitu lemah. 
Aku datang menghampirinya,  memeluknya erat, dan diapun menangis begitu kencang. 
"Basa... Basaria... " demikian dia memanggilku. 
" Ibu.. Turut berdukacita yah,bu.. Kuat,bu. Harus kuat untuk adik-adik.. "
Tidak banyak kata yang terlontar dari bibir ini. Air mataku pun turut menetes merasakan apa yang beliau. 

Betapa aku sangat turut berduka; kehilangan pasangan hidup itu mungkin ibarat kehilangan separuh jiwa yang dibawa pergi. Hancur, semua tampak hancur. Rasanya mungkin ingin ikut pergi bersama. 

Kini beliau sendiri. Rasanya seperti apa menjalani hidup sendiri?  Membesarkan kedua anaknya yang masih kecil itu sendiri?  Tidak ada teman berbagi lagi. 
Tuhan.. Betapa beratnya hal itu.

Aku mungkin belum pernah mengalami kehilangan orang yang ku kasihi dan menyanyangiku. Tapi, seperti obrolanku kemarin dengan salah satu temanku bahwa pada akhirnya kita akan mengalami hal itu. Kita harus menjalani itu. Tampak berat jika berjalan sendiri, namun pada akhirnya juga kita bisa melewati itu. Walau memang tidak tertutup kemungkinan jika di suatu waktu kamu menangis dan kembali ingin mengenang masa bersamanya. 

Aku langsung teringat akan kedua orang tuaku. Akankah aku kehilangan mereka? Kapan, Tuhan? Jika hal itu harus terjadi, biarlah itu terjadi waktu dimana aku telah siap kehilangan mereka. 

Ah Tuhan betapa sulitnya aku memahami rencanaMu dalam hidup setiap kami UmatMu. 

Berharga dimata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Mazmur 116:15

Yah, aku percaya bahwa sekalipun tampak sulit dan rumit, kematian setiap orang adalah rencanaNya. Bahwa Dia telah menyusun rancangan masa depan yang indah bagi orang yang dikasihi-Nya sekalipun aku tidak dapat melihat dengan jelas. Namun, biarlah Firman-Mu yang menguatkan dan memampukan kami menjalani hari-hari kami, sekalipun kami telah kehilangan orang-orang yang kami kasihi.

Biarlah Roh KudusMu yang menghibur hati keluarga Ibu Tetty. Karena penghiburan yang nyata sesungguhnya berasal dariMu.

Biarlah damai sejahteraMu yang melampaui segala akal pikiran memelihara hidup kami semua UmatMu.



.LaDy.





Share Article on :

Tuesday, July 14, 2015

sad... :(

Tuhan, coba cawan ini diambil dulu.. Berat banget...

Pada akhirnya kesalahan ini harus ditanggung sendiri.
:(



.LaDy.
Share Article on :

Saturday, July 11, 2015

-Blessed Assurance-





Reff: This is my story, this is my song
Praising my saviour all the day long
This is my story, this is my song
Praising my saviour all the day long

Blessed assuranse, Jesus is mine !
Oh! what a foretaste of glory divine
Heir of salvation , purchase of God
Born of His spirit, washed on His blood

Perfect submission, perfect delight 
Visions of rapture now burst on my sight
Angels descending , bring from above
Echoes of mercy, whispers of Love

Perfect submission, all is at rest
I in my saviour am happy and blest 
Watching and waiting, looking above
Filled with His goodness, lost in His Love

#Fanny Jane Crosby
( Ku Berbahagia )


Note : 
Masih suka mengeluh dengan keadaan hidupmu?? Belajar dari Fanny. Meski dia memiliki kecacatan tubuh, tidak bisa melihat matahari yang terbit memberi kehangatan, dan memandang bulan yang bersinar indah di malam hari, namun dia masih dapat mengucap syukur, dengan menulis lirik lagu ini. Meski dia buta, namun dia tidak patah semangat untuk menunjukkan bahwa Tuhan memiliki rencana luar biasa atas hidupnya. Banyak karyanya yang diabadikan dan menjadi berkat bagi dunia. 
Pada akhirnya, kita harus mengucap syukur dalam segala keadaan. Apapun yang terjadi dalam hidupmu saat ini, percayalah ada rencana Tuhan yang baik untuk masa depanmu. Semuanya masih dalam koridor Tuhan. Bernyanyi dan bersoraklah!!! Mengucap syukurlah !!


.LaDy.

Share Article on :

Friday, July 10, 2015

Malam ini tertumpah semua air mata. Rasanya seperti melakukan begitu banyak kesalahan dan kebodohan hari ini. Rasanya seperti orang nggak berguna. Rasanya itu, seperti orang paling bodoh sedunia.
Aku benci dengan ketololan ku.
Aku benciiiii...

Roh kudus,  hibur aku. Hibur aku..
Aku nggak punya teman yang bisa memahami kondisiku.

Aku takut, aku gemetar.
Lepaskan aku dari beban ini.
Terlalu berat kuk ini, Tuhan..
Bolehkah sedikit lebih ringan lagi?

.LaDy.

Share Article on :

Thursday, July 9, 2015

Sebenarnya ini berita baik atau buruk yah? Apakah aku harus bahagia atau bersedih hati?
Tuhan, apakah ini salah satu bagian dari rencana Mu?
Beri aku kekuatan untuk menjalaninya,  jika memang ini berasal Darimu.
Aku lemah.

.LaDy.
Share Article on :

Wednesday, July 8, 2015


Selama ini aku tidak pernah berpikir bahwa ada yang namanya harapan kosong. Yang aku tahu dan percaya, ketika aku berharap, aku letakkan harapan itu di atas pundakNya, tinggi dan semakin meninggi, sehingga tak seorangpun dapat merenggutnya.
Namun jika pada akhirnya harapan itu dijatuhkanNya, mungkin aku harus mencari harapan lain. Karena akan ada harapan yang jauh lebih baik dari itu.

Tuhan.. mengapa dalam hal ini Engkau tampak diam? Ataukah aku yang tidak dapat mengartikan isyaratMu? Kemana aku harus melangkah? Beri aku petunjuk yang dapat aku mengerti karena aku manusia lemah dan berdosa.


HambaMu,
.LaDy.




Share Article on :

Tuesday, July 7, 2015

-Happy Birthday, Bapak !! -

" Selamat ulang tahun,  Bapak... "
" Bahh, makasih boru... "
" Lagi dimana nih, pak? "
" Lagi di kantor lama, bapak. Tadi habis nganter mamamu terapih, ya sudah mampir deh kesini. Eh, disalamin sama orang-orang kantor nih. Ternyata mereka masih ingat tanggal lahir bapak. "
" Hahahaha, dasar... Jadi, gimana nih pak. Ulang tahun sekarang apa harapannya? "
" Ga banyak nang, minta calon hela ( calon menantu pria) aja secepatnya. "
Gubrakkk, langsung sakit kepala...
" Ga ada harapan lain gitu pak  selain calon menantu laki? "
" Apalagi sih nang, udah tua begini. Mau minta kesehatan, yah semakin tua juga kesehatan semakin berkurang. "
....
Happy birthday, Bapak ... Semoga Tuhan mengabulkan semua harapanmu di usia yang baru ini.
Big Amen !!!



.LaDy.

Share Article on :

Monday, July 6, 2015

-Lost-

Di ruang kamar..

Hari ini ada dua orang yang aku kenal sedang mengalami dukacita.
Pertama bang Jeffry Napitupulu yang kehilangan bapak tercinta dan yang kedua adalah bang Haposan yang kehilangan ibunda tersayang.

Tadi nelepon Mama, karena sudah cukup lama nggak bertelepon setiap nelepon selalu sedang terapih,  alhasil telepon kali ini berhasil diangkat oleh beliau.

Bapak dan Mama sedang melayat ke rumah bang Haposan.
Tiba-tiba hati kecil bertanya
" apa rasanya kehilangan orang tua?"
" apa rasanya kehilangan mama? "
" apa rasanya kehilangan bapak? "

Orang yang selama ini melahirkan, merawat, menjaga dan membesarkan kita pada akhirnya pergi meninggalkan kita selamanya?

Sanggupkah aku?
Apa yang dipikirkan bang Jeff dan Bang Haposan ketika mereka mengetahui kabar bahwa mereka akan kehilangan orang tua mereka?  Apakah mereka telah siap kehilangan kah?

Pada akhirnya setiap manusia yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah.

Tidak bisa aku bayangkan jika aku harus kehilangan orang tua ku, walau memang nanti akan ada saatnya.

Walau setiap orang akan kehilangan orang yang dikasihinya, tapi aku belum siap dengan hal itu.

Tuhan, aku tahu Engkau pasti sangat memberkati kematian setiap umatMu.
Saat ini, Aku tidak tahu apa yang Bang Jeff dan Bang Haposan rasakan persisnya. Tapi, yang aku tahu pasti bahwa kehilangan orang yang sangat kita cintai itu sangat menyakitkan.

Oleh karenanya,  biarlah damai sejahteraMu yang melampaui segala akal dan pikiran memelihara hidup setiap Umat yang percaya KepadaMu.


Share Article on :

-Happy Birthday, BNI ku !!

Happy birthday, BNI yang ke 69 !!
Ga muluk-muluk kok doa dan harapanku;

Semoga semakin jaya, semakin lebih baik dari bank-bank yang ada di permukaan Indonesia ini.
Menjadi bank terbeken di jagad nusantara dan mendunia. 

Semoga seluruh petinggi-petinggimu semakin bijak lagi dalam menyikapi karyawan bawah. Khususnya di cabang yang berhubungan langsung dengan pelanggan, yang katanya adalah ujung tombak perusahaan. Ada baiknya nasib karyawannya dipikirkan.
 
Prinsip GCG semakin diterapkan; ga hanya sebuah catatan tertulis yang diumumkan di forum, namun dipraktekkan dalam keseharian. Sehingga kelak tidak terjadi benturan kepentingan.

Jauhkan BNI dari pihak-pihak yang terlalu suka menahan apa yang menjadi hak karyawan; terutama kepada karyawan yang sudah cukup loyal mengabdi, Tuhan..

Big Amen !! 






Share Article on :

Saturday, July 4, 2015

-Kosong-

Diam dan Hening.
Heiii.. Ini di tempat ramai.
Mengapa aku merasa kosong?

Menikmati sentuhan angin yang tak terlihat
Memandang sang matahari yang membagi kehangatan

Kembali aku terduduk dan tertegun
Mengingat beberapa tahun silam
Huhhh.. Betapa aku merindukanmu
Bisakah kau merasakannya?

Kita terpisah dan entah apa yang memisahkan
Karena keegoisanmukah
Atau karena ketidakmengertianku akan hatimu
Bisakah kau menunggu?

Masih terngiang kalimat yang terucap darimu
Bolehkah kita mengulangnya?
Ataukah sesungguhnya aku hanya berharap dalam kesia-siaan?


.LaDy.
Jakarta, I'm in love.


Share Article on :

Wednesday, July 1, 2015

-Talking versus Listening -

Komunukasi yang benar adalah ketika seseorang tidak hanya mendengar mu berbicara namun juga menyimak kata perkata,kalimat perkalimat yang kamu ucapkan. Sehingga apa yang kamu sampaikan kepada seseorang itu dapat tersampaikan dengan maksud yang sesungguhnya.

Demikian sebaliknya. 
Jika kamu melakukan hal tersebut,  maka akan terjalin komunikasi yang baik antara kamu dan dia. Seperti kata filsafat memang ada benarnya lebih baik banyak mendengar daripada banyak berbicara.


.LaDy.

Share Article on :

Tuesday, June 30, 2015

-The end of June-

Ada apa dengan akhir bulan ini?
Juni yang tampak luar biasa. Begitu banyak kejutan yang hadir dalam hidup ini. Dan atas kejutan itu, aku patut berterima kasih kepada sang pemberi kejutan; Bapa di Surga.

Entah kenapa minggu ini tampak merupakan minggu yang cukup menegur hati. Pertanyaan yang tak henti ditanyakan orang-orang terkasih maupun selintas nasabah yang tidak begitu aku kenal.

" Kapan menikah? "
" Siapa calonnya?"
" Sama yang mana sekarang? "
" Mau nggak aku kenalin sama yang PNS, sama yang polisi, sama yang dokter, sama yang pelayar, sama pengacara, sama pengusaha, sama embel - embel lainnya.. "

Sakit kepala.. rasanya pengen mual mendengar pembahasan ini. Langsung migran deh. Panadol oh panadol,,,

Apakah ini teguran dariMu, Tuhan??
Apakah sudah waktunya aku membuka hatiku?
Apakah ini jawaban dari doa yang selama ini aku bisikan kepadaMu?
Tuhan, jika ini kehendakMu, hapus dia dari hatiku. Supaya leluasa tempat tersedia untuk dia yang sesungguhnya Engkau pilihkan untukku.
Ataukah ini hanya ujian hatiku dariMu sajakah? Memastikan bahwa hatiku sudah terpaut tepat? 
Apakah yang harus aku lakukan, Tuhan?
Masih layakkah aku menunggunya?
Atau cukup pantaskah dia untuk ku tunggu?



Tuhan, biarlah damai sejahteraMu yang melampaui segala akal pikiran menyertai hidupku, sekarang dan untuk selamanya. Amen ! 


.LaDy.


Share Article on :

-Falling-

Aku rasa lirik lagu ini cocok untuk akhir bulan Juni ini..
And, miss you so much..


And the conversation was right
Underneath the shade of moonlight
You were standing there, with sun touched hair
And a dress the color white

Like an areoplane I took flight
Feel in love you that first night
'Cause you danced with me
And I could see that there was more to life

I'm falling..
I'm falling
In love with you..

I'm falling..
I'm falling
In love with you...

Just before the strike midnight
You said this could be the good life
Then you said goodbye
Hope that I get to see you soon
Then I walked for several miles
Couldn't rid me of my smile
Cause you found me and I found you
In this lovely month of June

Will you catch me?
Because lately
You're a dream come true
Say you love me
You are lovely
Do you feel it too?


I'm falling...
I'm falling
In love with you..

#tayler ward
Share Article on :

-Sad Soul-



Maybe one day
we will find that place
where you and I could be together
And we will catch our dreams within 
the waves of change

So smile for me one
last time and believe that 
we will meet again

Until then, 
I will be missing you...

#unknown author




Share Article on :

-PRIBADI YANG MENGENAL HATIKU-



Sperti rusa yang haus rindu aliran sungaiMu
Hatiku tak tahan menungguMu
Bagai padang gersang menanti datangnya hujan
Begitu pun jiwaku, Tuhan...

Hanya Engkau pribadi yang mengenal hatiku 
Tiada yang tersembunyi bagiMu, sluruh isi hatiku, Kau tahu
Dan bawaku 'tuk lebih dekat lagi padaMu
Tinggal dalam indahnya dekapan kasihMu


song writer : Bezaliel Yehuda Suryabuana


Share Article on :

Saturday, June 27, 2015

-Jeda-

Di dalam jeda aku menangis
Di dalam jeda aku berdiam
Di dalam jeda aku tertawa
Di dalam jeda aku meratap
Di dalam jeda aku berharap
Dan di dalam jeda jugalah aku menyerah

Hening, dan bingar pun hadir dalam jeda
Menyambut ku dengan riangnya

.LaDy.
@casabonita residence, jakarta
Share Article on :

Friday, June 26, 2015

-Friday is Shocked-

Jiahhh... siang ini kejadian paling lucu deh. Satpam gue tiba-tiba datang nyamperin gue.

" Nov, sori nih. Gue cuma mau nyampein doang. Tadi ada pesan dari ibu Tumir. Itu tadi ibu yang duduk di kursi yang pakai kerudung gitu. "
" Ooo, iya tahu. Emang kenapa gitu? "
" Nih, ibu itu nitip ini. Ada no telepon dua orang ini, yang atas no telp keponakannya, nah yang bawah itu no telp anaknya. "
" And then? Maksudnya? "
" Huaahahha.. dia pengen ngenalin ke lu. " teriak temen gue dari jauh. Nguping aja itu orang. 
" Buseeettt... "
" Tadi si ibu itu duduk di sofa kayaknya pengen banget ngobrol sama lu, tapi lu lagi sibuk banget. Dia lama duduk di sofa dari tadi tuh. Tapi kayaknya sungkan ganggu lu. "
" Terus? Dia nggak ninggalin no telp? "
" Jadi tadi dia nanya nih, itu Mba Novita sudah menikah belum? yah gue jawab aja, belum. TTerus dia ngasih ini kedua no nih. Titip ke Mba Novita yah. Sebenarnya dia minta no lu, tapi yah nggak gue kasihlah. "
" Good.. " kata gue ngasal
" Terus gue minta balik no ibu itu, tapi nggak dikasih dia. Dia malah ngasih kedua no ini. "
" Lah, terus ini no mau gue apain, Mas Her? "
" Huahahahah.. cieeee,, cieee... Mama boru apa.. " celetuk temen sebelah gue dong. Yang luar biasa jailnya.
" Yah lu sms aja itu kedua nomor. "
" Dihh, apaan sih?  Kenapa jadi gue nggak ngehubungi mereka? kemana harga diri gue? Buseettt... "
" Ya ela Nov.. sigitu aja mas udah nurunin harga diri. "
" Yahh, elu Mas. Cewe Batak nih... Kalian pada nggak tahu sih. Nih coba misalnya gue nelep si A, terus si D gue telp juga. Terus mereka saling kontak, apa kata mereka tentang gue? "
" Lahh, kan emaknya yang salah. Ngenalin kedua keluarganya. Sekarang sebenarnya lu mau nggak dikenalin? Beku begitu hati lu. " sambung temen gue si jail.
" Dihhh,.,, kodokkk kalian ahh... "
" Hahahhaha, Nov, kalau gue masih single, belum emak beranak dua begini, gue samperin itu cowo. Kali aja jodoh. Lagian Ibu itu juga nggak mungkin ngenalin sembarangan ke lu. Pasti OK punya tuh. "
" Uhhhhh, tatutttt... " celetukku ngasal
" Wwkwkkwkwkkk... Nov, emang lu aja nggak mau dikenalin kan? Open your heart, Nov.. ".
" Yeee,, dibuka kok. Tapi yah gue males aja ah kalau dijodohin begini. Apalagi doi nasabah gue. Beuhhhh,,, seremmm... "
" Serem kenapa? "
" Iyalah, kalau ternyata gue nggak suka, nggak enak tuh sama mereka berdua. "
" Lahh, lu bilang udah nggak suka deluan sih. Padahal belum nyoba. Huhhhh... " 
" Tahu ahhh... lagi males gue kenalan-kenalan. "
" Kapan lagi, Nov.. Lu tadi cerita kalau adik lu udah kayak bokap lu, mulai sewot nanyain calon lu siapa. Yah, makanya jalani dulu. Kenalan. Yah kalau nggak cocok, yah lepas. "
" Yeeee, gue tahu. Tapi yang jadi masalah adalah, kenapa ibu itu nyuruh gue yang kontak itu cowo berdua. Dihhhh.. Nggak 'suman' kalau kata orang Batak. Mereka berdua belum gue kenal. "
" Iya sih. Tapi mungkin ibu itu nggak kepikiran kali buat ngasih nomor dia ke lu. Dia pikir langsung aja kali kalian kenalan. "
" Tahu ahhh.. gue mau kerja dulu. Males mikirin begituan. "
" Huhhhhh,, dasar lu mah yah, si beku... hahhahah.. think twice,Nov.. "
" Yeee, berisikkkk ahhh, kerja, kerja... "
****

Asli gue shocked banget kok ada ibu yang datang ke kantor cuma mau ngenalin keluarganya ke gue? Astaga, baik banget sih itu Ibu. Atau jangan-jangan anaknya atau keponakannya kepepet tuh?  Andai dia ninggalin nomor telp, mungkin gue akan menghubungi ibu itu. 
Gue masih dilema sama statement nyokap yang selalu ngingetin kalau ada yang ngenalin kamu jangan sombong, tapi kalau nggak suka omongin baik-baik. Yang sopan, biar keliatan boru ni raja. 

Huekksssss... Mamaaaaaa... *cry
Panadol mana, panadol.. 

.LaDy.


Share Article on :

-LALAP, HOLAN NI 2-

Morning...
Pagi-pagi grasak grusuk karena telat bangun. Sementara pagi ini jadwal jam kerja dimulai pukul 07.30 wib. Ke kantor sih cuma jalan kaki. Syukurnya kantor nggak begitu jauh.
Anyway gue mau cerita dulu nih, tentang adik gue yang mulai ikut-ikutan kayak bokap. 
Semua berawal dari link yang gue berikan ke dia. Link itu berisikan tentang efek buruk rokok. 

" Pa kabar lu? "
" Baik-baik aja, Disana gimana? "
" Yah gini-gini ajalah. "
" Jangan kelamaan.. jangan mikirin kerjaan mulu. Kapan ngenalin lae nih ke rumah? "
" Dih,,, buseettt.. apaan lu datang-datang malah nanyain lae? aishhhhh... "
" Iyalah. Apalagi. Si Deni udah mau merit tahun depan. Lu jangan lama-lama lagi lah. "
" Ya nggak apa-apa lah dia duluan aja. Gue mah santai.. "
" Yahh nggak gitu, kak. Kamu itu kan anak kedua, habis abang yah kamu lah. Biar berurut. Lagian kamu itu anak perempuan satu-satunya, kak. "
" Yahh, kalau jodohnya si Deni deluan ketemu, yah mau gimana toh? "
" Coba gue tanya, bukan nggak ada yang nggak suka sama lu kan? "
" Yahh, ada sih. Tapi gue nya nggak suka, mau gimana dong? "
" Jiah,,, jangan pilih-pilihlah. Rejeki mah kalau sudah merit udah beda.. "
" Beuhhh,, kalau gue melihat harta sih, udah dari kapan tahun gue merit, de.. Bukan itu yang gue cari juga. Tapi yang gue suka dan yang bisa buat gue nyaman. "
" Bukan mau sok menasehati sih kak. Karena lu kakak gue satu-satunya, dan cuma ngasih tahu aja yah, Bapak itu cerita terus ke gue tentang lu. Bapak itu pengen lu cepat-cepat. Kalau sampai sekarang lu belum merit, Bapak belum tenang. Bapak kepikiran terus. Kan lu boru sasadanya, boru hasiannya. "
" Yahh, itu sih gue tahu. Tiap hari juga bapak mengeluarkan pertanyaan yang sama. Sampai panas telinga gue, sampai kepala gue sakit ditanyain itu terus. "
" Nah itu dia... Makanya segeralah. "
" Astagaaa.. pernikahan itu nggak semudah membalikkan telapak tangan. Masa iya gue nikah sama orang yang gue nggak suka. Gimana mau buat anak, orangnya aja gue nggak suka. Haduhhhh... "
" Yahh iya sih. Tapi kan nggak ada pria sempurna. Yang penting dia kerja, baik dan bertanggungjawab. "
" Nahhh, itu.. gue belum menemukan. Gini yah, karena gue tahu gue anak perempuan satu-satunya, nanti Bapak cuma punya satu hela dan bakal jadi hela kesayangan banget, dan kalian juga cuma punya satu lae, dan bakal jadi lae kesayangan kalian, soooo.. gue nggak mau sembaranganlah. Gue berharap nantinya dia bisa menjadi hela dan lae yang bisa kalian banggakan. "
" Eheee.. sama siapapun itu, bangganya kami itu. "
" Iyapun.. Udah ah, sakit kepala gue jadinya. Gue mau belajar dulu. Besok ada tes di kantor. "
" Hahhaha,, ya sudah, belajarlah. Semoga sukses. Eh, jangan lupa yah transfer dulu ke rekeningku, berapa perak kek. hehehehhe.. "
" Dasarrrrr... pokoknya nanti lu kerja yah, gue minta dibeliin tas dan sepatu favorit gue yah... Awas aja kalau nggak. "
" Iye,, doain aja biar dapat kerja nih.. "
" Big Amen.. "
....

Malamnya bukan malah belajar, tapi gue malah kepikiran sama semua omongan adik gue. Bisa kebayang kan adik gue yang bontot bisa bilang begini? Fiuhh, yah mungkin ini bukti kepedulian dia sama kakak kesayangannya ini. Tampaknya butuh panadol sebutir nih. Arghhhhhh... 

Please, Lord... Gue nggak mau kehendak gue yang jadi. Biarlah kehendakMu yang jadi. Tapi, please, Lord.. dengar doa Bokap, Mama, abang, adik-adik gue.. Mereka minta calon Hela dan Lae, Lord... 
In the name of Jesus, thank you, Lord.  AMIN...


.LaDy.



Share Article on :

Wednesday, June 24, 2015

-AUT BOI NIAN-

aut boi nian tardungdung au
sirumondang bulan tua i
putikkononku hasian
jala bahenonku ma di podomanmi
asa sonang roham 

aut boi nian tarbahen au 
songon si doli tinodomi 
satongkin non do au ro
pasahatonku ma holong na dirohangkon 
tu ho nauli, na lagu

hape dang boi tarbahen au songon
si doli tinodo ni rohami, hasian 
ditadingkon ho sasada au 
ala ni pogos ni damang dainang i
mambaen ikkon marsirang au sian ho
haccit nai dangol nai sitaononkon 
alani holong ki tu ho
 

#trio amigos
music by viky sianipar feat alsan nababan 
soundtrack film Toba Dreams 
Share Article on :
Itulah yang kuusahakan dan ku pergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasaNya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
kolose 1:29

Semangat, Chiennn!!!
Share Article on :

Monday, June 22, 2015

Tuhan,, biarlah damai sejahteramu yang melampaui segala akal dan pikiran 
memelihara hidupku untuk sekarang dan selamanya. AMEN !!!
Share Article on :

-Lalap, Holan Ni..-

Hening...
Paling suka suasana kamar ini. Dengan lantunan lagu kesayangan 'wait for me' si motopony, membuat semakin adem.

Pengen cerita tentang Bokap gue nih. Dia itu The Best Man that I had. Tapi entah kenapa pas ngobrol kemarin gue sempat sebelnya ajubile ke Bokap. Kenapa coba? 
Iya, apalagi kalau bukan soal Hela ( menantu pria).

" Halo, boru.. Bagaimana kabar disana? "
" Baik, Pak. Bapak gimana nih? Ada berita apa? "
" Ini lagi nungguin Mamamu terapih. Lagi ada teman bapak dulu, Silaban, masih ingatnya kau? "
Tenggg.. otak langsung mikir. Tahunya Silaban itu marganya si Jeffry, hahahha.. Orang yang entah seperti apa sekarang ini. Haduh, kenapa nama manusia ini lagi yah nyantol di otak.

" Ohh, ingat, pak. Om Silaban kan? "
" Hehehe, iya. Jaman dulu kalian kan suka panggil om.. Kayak Om Banta sama Om Purba juga. Yah teman kerja dulu lah.. "
" Iya, ingat, ingat.. "
" Novi,,, mana calon hela ini? Udah kepengen Bapak itu ketemu sama calon hela.. "
tiba-tiba terdengar suara dari ujung telepon. Iya, ini suara Om Laban. 
" Busett dah, itu si Om pakai teriak-teriak hela apaan coba? Haduhh, sakit kepala. Suruh om Laban cariin, pak.. "
" Hahahahha, ada-ada saja kau, nang. "
" Habisnya, apaan coba. Masa Om Laban sampai tahu juga sih ah.. "
" Yahh, namanya juga lagi ngobrol. Terus yah nanyalah apa anak perempuannya sudah menikah apa belum. Wajarlah.."
" Ihhh, apaan sih ah. Bikin sakit kepala ah ditanyain itu mulu. Lieur kalau kata orang Sunda. Udah ah, Bapak aja ah yang nyariin buat hela hasian bapak. Aku udah males. "
" Bahhh, kenapa males nang? Janganlah.. Eheee.. "
" Males ah.. Males kenalan-kenalan sama laki-laki lagi. Males aja deh pokoknya. Bosen.. "
" Bahh,, unang songoni boru. ( jangan seperti itu,sayang.) "
" Habisnya, emang kagak ada, pak. Kagak ada yang asyik buat diajak jadi teman hidup seumur hidup. Semuanya aneh-aneh.. "
" Bahh, kok aneh sih ? "
" Iyalah.. aneh-aneh deh pokoknya. Kalau bapak mau ngenalin aku entah sama siapapun itu, aku trima saja. Asal itu pilihan orang Bapak dan Mama. Aku udah bosen, pak. "
Entah kenapa kemarin aku bisa selepas ini. Entah kenapa aku sepesimis ini. Seharusnya bukan perkataan ini yang keluar dari mulutku. Karena aku tahu ini pasti akan membuat hati Bapak sedih.
" Kalau ada yang cocok untukmu, yah bisalah Bapak kenalkan. Bapak juga nggak mau sembarangan ngenalin ke kau, boru.. "
" Yah itulah.. Makanya jangan ditanya-tanya lagi. Pokoknya aku sudah enek dan bosan dengar kalimat itu, Pak. "
" Yah, namanya juga ke borunya, masa nggak ditanyain sih. Kalau Bapak sudah nggak ada lagi, siapa lagi yang ngasih pertanyaan itu? Itu namanya perhatian, nang.. "
" Iya, pak. Tapi mau gimana. Kan belum ada. Pokoknya kalau ada, pasti langsung aku kenalin ke kalian. Nggak akan lama-lama lagi deh pokoknya kalau memang sudah ada yang cocok dengan ku. "
" Iya, boru.. Unang pittor cembetut.. Masa nggak ada sih yang deket sama mu sih, nang? "
" Ada sih, pak. Ada aja itu mah. Tapi aku nya nggak suka. Aku nya nggak mau. Dan nggak mau maksain diri untuk segera menikah sama orang yang sebenarnya nggak bikin aku nyaman dan yakin untuk menjalani pernikahan. Gitu loh, pak. Jadi sabar-sabarlah kalian disana. Kalau si adek mau deluan, silahkan aja aku mah santai. Pernikahan bukan lomba balap sepeda kok. "
" Olo, i pe taho. (iya, itupun jadi). Pokoknya, bapak doakan yang terbaiklah nang. "
" Iya, pak. Aku percaya kok kalau sudah waktunya, pasti ketemu juga sama si hela itu. Aku mau menikmati hidupku sajalah, pak. Daripada pusing mikirin pria, pak. "
" Hahahahha, eehe tahe, boru, boru.. ya sudahlah.. baen ma.. Nikmatilah hidupmu, boru. Jalan-jalan kemanalah. Kalau sudah menikah nanti belum tentu bisa kesana sini. "
" Iya, pak. Santailah kalian disana yah. Doakan saja borumu ini bawa hela hasian yang bisa kalian banggakan."
.....
Itu sekian obrolan yang bikin gue sebenernya enek. Bokap itu selalu saja nanya beginian. Ahhhh,, aku bosen. Kalau saja mereka tahu sesungguhnya gue lelah. Benar-benar lelah. Gue juga nggak mau kalau hanya si prianya saja yang suka sama gue. Tapi gue juga pengennya suka. Gue nggak mau kalau hanya prianya saja yang 'kepo' sama gue, tapi gue juga pengen 'kepo' akan kehidupan dia. Ahhh,, gue nggak butuh kecakepan fisik, karena itu bisa dipoles. Gue nggak butuh materi yang berlebihan, tapi cukup. Itu sudah lebih dari yang aku butuhkan. Aku cukup butuh pria yang bertanggungjawab. Toh, gue juga kerja. Dia nggak perlu stress mikirin cari uang untuk gue. Karena gaji gue ini walaupun hanya pas-pasan tiap bulan tapi masih cukup untuk membeli bedak dan lipstik setiap bulannya. ;)) 

Bapak,,, bukan gue tak sayang. Tapi borumu ini kesulitan jatuh hati. Pernikahan itu harus dilakukan dengan hati-hati. Karena gue tidak mau sembarangan menjatuhkan hatiku kepada orang yang salah.
Aku tidak mau menikah kalau hanya sekedar memenuhi permintaan kalian. Atau hanya sekedar karena gue sudah cukup umur, jadi sudah waktunya menikah. Tapi gue pengen karena memang gue dan dia sama-sama tertarik dan ingin menjalin tali pernikahan untuk seumur hidup kami. 

Bapak, gue butuh rasa ketertarikan. Gue butuh rasa itu. Tampak simpel, tapi prakteknya sulit.

Tuhan,, plisss.. sampaikan kepada Bapak, bahwa aku sangat menyayanginya. Katakan kepada dia bahwa aku akan menjadi seperti yang dia mau. Suatu saat nanti. Menurut waktuMu.

Big Amen !!!


.LaDy.
Share Article on :

-DI DOA IBUKU-

Di waktuku masih kecil gembira dan senang
Tiada duka ku kenang, tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi, ibu ku bertelut
Sujud berdoa ku dengar, namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doaku ibu dengar, ada namaku disebut

Seringlah kini ku kenang di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan  nyaris ku tersesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup ku dengar, namaku disebut


Di sore hari nan sepi, ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku namaku disebut
Di doa ibu ku dengar, ada nama ku disebut



#nikita





Share Article on :
Mama... sembuhlah !!!
Share Article on :

Sunday, June 21, 2015

-Happy Father's Day-

Happy Father's Day, Bapak... Terimakasih sudah menjagaku, mendidikku, dan membesarkanku hingga menjadi seperti saat ini. I really proud to be your daughter, dad. Love you full. 

Happy Father's Day, Abangku, dan adik-adikku.. semoga kelak kalian menjadi teladan dan kebanggaan di dalam keluarga kalian masing-masing. Menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam segala hal.

Happy Father's Day my closest friend, Jfrs. Walau belum menjadi seorang Bapak, aku doakan jika suatu saat nanti kamu memiliki keluarga baru, dan kamu menjadi kepala keluarga,  semoga kamu menjadi seorang panutan yang layak di contoh, teladan dan kebanggaan semua anggota keluargamu. 



.LaDy.
Share Article on :
" Menanti Tuhan membutuhkan kerelaan untuk menanggung ketidakpastian, membawa di dalam diri kita pertanyaan yang tidak terjawab, mengangkat hati kepada Tuhan apapun yang muncul di dalam pikiran kita.

Hanya dekat pada Allah saja aku tenang. Dari padaNyalah keselamatanku.
Percayalah kepada Dia setiap waktu, hai umat. Curahkanlah isi hatimu di hadapanNya, Allah ialah tempat perlindungan kita ( Mazmur 62:2,9 ).

Tempat perlindungan dari ketakutan akan kehilangan suatu benda berharga yang bernama CINTA. Tempat perlindungan dari ketakutan akan hidup dengan kesepian tanpa seseorang I believed I could ever love. "


-Elisabeth Elliot-
"Passion and Purity"
Share Article on :

Saturday, June 20, 2015

Mereka bilang jatuh cinta itu indah,
Dunia seolah milik berdua, benarkah?

Itu hanya ada di dongeng.
Jatuh cinta tidak seindah yang kau bayangkan
Jika hanya memendam sendiri
Tanpa membagi rasa itu

Jatuh cinta itu...
Terlalu rumit untuk didefinisikan
Karena sesungguhnya aku kesulitan untuk jatuh cinta

Jatuh cinta itu...
Aktifitas yang membahayakan
Bahaya jika bertepuk sebelah tangan.
Aman jika gayung bersambut

Ah, jatuh cinta
Sulitnya mendefinisikan keberadaanmu saat ini
Aku ingin jatuh cinta lagi

Buang jauh rasa ini, wahai sang Pencipta
Karena aku lelah jatuh cinta sendiri
Menyimpannya rapat,
Menguncinya agar tak seorangpun mengetahui
Termasuk dia yang jauh disana.

Angin yang berhembus,
Tolong sampaikan kepadanya
Betapa aku merindukannya.


.LaDy.
Casabonita Residence, Jakarta


Share Article on :

Friday, June 19, 2015

Aku nggak butuh belas kasihan.
Hanya butuh pundak untuk bersandar.
Hanya butuh telinga untuk mendengar.
Hanya butuh tangan untuk menggenggamku.

Nggak butuh banyak nasehat yang terucap.
Karena sesungguhnya aku sudah tahu akan bahaya api cinta.

Biarkan aku sendiri
Berkelana dengan waktu
Memandikan diri dengan hujan
Karena sesungguhnya aku menangisi kebodohanku sendiri.


.LaDy.
Jakarta
Share Article on :

-Simpan di Hati-

" Pernah ngerasain yang namanya patah hati sendiri nggak? " tiba-tiba Lady nyosor duduk di samping Rio.
" Maksud lo? " tanya Rio dengan jidat berkerut
" Iya, lo suka sama satu orang, terus lo nunggu dia. Bertahun - tahun, sampai akhirnya ternnyata dia mau menikah dengan orang lain. " jelas Lady dengan wajah datar melemah
" Whattt? Jangan bilang lo lagi ngalamin nih.. " tanya Rio penasaran.
" Fiuh... " Lady menghelas nafas
" Kenapa lo nggak nyatain aja sih? " sambung Rio kembali.
" Dih, nyatain gimana? Kemana harga diri gue, nyong? "
Lady berusaha menolak statement Rio.
" Ya ela, nggak kemana-mana. Daripada lo simpen sendiri.. "
" Takut.."
" Takut apa? " tanya Rio semakin geram.
" Takut kalau dia tahu gue suka sama dia. Terus dia nggak mau ngobrol lagi sama gue. "
" Astajimmm.. prinsip apa itu... Ketakutan nggak berasalan deh. " celoteh Rio sok iye.
" Berasalan dong.. "
" Terus, kalau udah begini, lo mau apa? Gigit jari doang? "
" Ya sudah. mau gimana lagi. Simpen di hati aja. " ucap Lady sambil sok ikhlas.
" Busetttt... parah lo. Serius, mending lo bilang deh. Kali aja dia juga suka sama lo. "
" Dih,, itu kan kali aja. Kalau kagak? "
" Mending dia tahu daripada dia nggak tahu sama sekali. Mumpung doi masih mau menikah. "
" Ahhh, takut ah.. "
" Yah ela ... udah mikir gitu aja sih lo. Terserah sih. Gue cuma kasih ide doang. Daripada seumur hidup lo penasaran. hahahahha.."
" Siallll... " Lady langsung ngacak-ngacak rambut Rio.


Ngambang, pikiran berkelana. Tertusuk tajam dengan semua obrolan singkat sang sahabat. Sudah waktunya mengikis harapan abu itu.

.LaDy.
@when hate and love collide


Share Article on :

Thursday, June 18, 2015

Jadi perempuan itu ternyata sakit yah.
Pagi - pagi harus ngalamin yang namanya perut mules, nyerinya nggak ketulungan karena tamu tak diundang datang tak diduga. Keringat dingin, bolak balik toilet karena  diare. Kaki kram karena kebanyakan pakai high heels. Air mata pun tertumpah membasahi pipi. Ahhh, komplit deh semuanya. Perasaan kemarin ini badan baik-baik saja; masih sempat nongkrong di starbucks Metropole membahas rencana di Bulan September bersama teman-teman lama. Kemarin  hanya sedikit kembung saja ini perut. Seperti biasa, mungkin sakit lama mulai kambuh lagi. Padahal sudah mengurangi kopi dan juga teh. Opssss,, memang makanan pedas yang belum bisa ditinggalkan.

Tadinya sudah tidak niat ke kantor. Sudah mau call OB buat ambil surat ijin sakit di kos. Tapi, nggak enak juga baru awal puasa udah ijin sakit aja. Yang puasa siapa, yang lemes siapa.
Perut itu kayak diobok-obok. Perasaan selama ini nggak pernah ngerasain sakit seperti sakit ini kalau lagi dihadiri tamu ini.

Fiuh,,,, jadwal jam masuk kerja dimajuin menjadi setengah 8 pagi. Kepala masih puyeng kleyengan. Kerja nggak pernah bisa konsen.

Huhhhhh...
udah ah, capcus ke rumah dulu. Ngantuk karena kurang tidur.
Lapar kriuk kriuk. Dan siang ini pun tidak makan. Astajimmmm...


.LaDy.
di kantor tercinta, Jakarta


Share Article on :

Tuesday, June 16, 2015

I will be missing you...
No other words..
I hate this time
I can not talk to you
Face to face
To look into your eyes
And I just wanna hug you.
Even if it just for the last.

Give thank to the Lord..
For everything happens for reason

Today, I feel so lonely.
With my tears and my silent
And hard to say goodbye..

Heiii,,
I love you just the way you are.


.LaDy.
casabonita residence, jakarta
160615.22.34wib.



Share Article on :

Monday, June 15, 2015

Thank you, Lord !
I just wanna thank you, Lord !!


.LaDy.
Share Article on :

-Sahabat-

Done !!
Rasanya kesibukkan satu minggu ini belum dapat tergantikan. Butuh 2 hari trip, dan 1 hari tidur seharian, heheheh.. Seminggu ini jadwal full pulang malam terus tanpa dispensasi. Bukan hanya pinggang saja yang encok, tapi mata juga. 

Sabtu kemarin di awali dengan menjalankan perintah Selling Day 2015 sejagad raya Indonesia yang memiliki otorisasi plat BUMN tempat ku kerja ini. Intinya sih, kami seluruh pegawai ditugaskan untuk menawarkan produk bahkan harus closing minimal 2 rekening untuk satu pegawai.Nggak pakai nanggung, kita nawarinnya ke pasar loh. Aku hanya dapat empat, itu juga dalam upaya bujuk rayu membara. Pakai embel-embel logat Sumatra lagi. Kebetulan yang dagang orang Sumatra kebanyakan. Keluar sudah logat Melayu ala Medan ini. Demi sebuntelan pembukaan rekening. 

Tugas ini berakhir tepat pukul 12 siang. Usainya aku bertemu dengan sahabatku Tini. Yah, dia adalah salah satu rekan kerjaku dan sahabat juga. Kurang lebih 3,5 tahun persahabatan ini kami jalani. Kangen rasanya. Apalagi sekarang dia sudah memiliki seorang putra. 
Akhirnya aku memutuskan untuk berkunjung ke rumah barunya di Depok. 
Begitu banyak cerita yang kami bagi. Setelah sekian lama kami tidak bertemu dan komunikasi kami pun sudah mulai jarang diakibatkan aktifitas kami masing-masing. 
But heiii... ternyata hal itu bukan menjadi perusak persahabatan kami. 
Nggak butuh kata-kata yang banyak. Nggak butuh perhatian yang berlebihan. Karena aku percaya, sekalipun komunikasi kami pas-pasan, sekalipun kami hanya berbatas kata-kata dalam memberi perhatian, tapi kami merasakan hal yang sama. Bahwa kami memiliki tali persahabatan yang tak perlu dihumbar-humbar dengan bahasa yang berlebihan. 

Obrolan kami ga pernah jauh dari tentang pria, manajemen perusahaan, pekerjaan yang semakin rumit, ga pernah lupa juga tentang barang-barang diskon favorit. Hahahhaha,, Tini memang paling doyan lihat barang-barang merk diskon.

" Vinop, udah tahu kabar mantanmu kan? Udah menikah loh dia. Aku kaget loh."
Gue cuma tersenyum.
" Tapi memang dari awal udah keliatan bajingan dia itu. Menyesal aku ngenalinnya samamu. "
" Dih, biasa aja kali, Tin. Ya Gue udah ikhlaskan dia kok. Pas putus aku juga nggak mewek kayak dulu-dulu. Ini cukup satu hari sedihnya, besoknya udah hilang kok. Lagian kebayang nggak sih kalau dia sama aku? Tiap hari nggak tenang, penuh kecurigaan terus, saking wanita-wanitanya banyak banget, hehehe... "
" Jadi, sekarang sama siapa, Vinop.. Cerita dong. "
" Huahahaha, nda ada ah. "
" Ah, masa sih? Kamu itu cantik juga kerja, masa nggak ada pria yang mau sih?'
" Yah,, bukan nggak ada sih, Tin. Kayaknya sekarang lebih memilih untuk mendoakan hati, Tin. Kalau dekat-dekat pria, nanti prianya suka, aku nya nda. Sementara kamu tahu sendiri aku itu susah jatuh hati. Kasihan ah sama prianya. Kasihan juga sama hatiku. Keseringan mengenal pria, hahaha.. Bosen. "
" Beuhh,, ingat yah, Vinop. Sudah waktunya berumah tangga loh, nang."
" Wakakkakakk, iya, nang. Tenang aja. Semoga tahun depanlah yah. Nggak perlu lama-lama pacarannya nanti. Kalau sudah sama-sama yakin, nanti langsung menikah sama kami. Hahahaha.."
" Mantap. Gitu dong, nang. Biar marpesta, makan jagal di pestamu aku. "
" Tenang aja, Tin. Khusus samamu, nanti aku pisahkan jambar untukmu, hahahahha.. "
...

Tini itu orang yang selalu memantau kehidupan ku dengan pria. Dia ingin sekali aku menikah. Tapi menikah dengan pria yang benar-benar bertanggungjawab. Selain itu seperti biasa obrolan tentang manajemen perusahaan yang semakin lama semakin sulit dipahami. Atau obrolan sekedar tentang barang diskon yang ada segala macam mall. 

"Kalian pernah berantem dan salah paham nggak sih? " Pertanyaan itu pernah terlontar dari beberapa rekan ku. Heii, aku akan menjawab dengan kata SERING. Hahahha, yahhh, aku sering tidak sepaham dengan dia. Aku bahkan pernah berargumen keras dengannya, bahkan meneteskan air mata. Tampaknya ada pihak yang kurang cukup dewasa ingin merusak persahabatan kami ketika itu. Masih ingat dengan jelas kok tentang hal itu. Kalau aku ceritakan,, butuh berjam-jam untuk menuliskannya, hehehhe.. ;) Intinya, bohong banget jika dia dapat kamu katakan sebagai sahabat kalau kamu sama sekali tidak pernah tidak sependapat dengannya. 

Argumen keras itu sempat membuat aku dan dia berdiam diri. Mungkin kami sama-sama menyimpan rasa kecewa terhadap masing-masing. Andai saja dia benar-benar paham dengan bahasaku. Andai saja dia lebih dulu mendengar perkataanku, mungkin argumen keras itu tidak akan terjadi diantara kami.

Setelah dia pindah ke Depok, aku merasakan kehilangan orang terdekatku. Orang yang selama ini memberi support, mendengarkan ceritaku, dan semuanya. Tapi aku bersyukur, jarak jauh kami bukan membuat kami menjadi menjauh. Rasa menjauh itu hanya sesaat. Hanya ketika kami sama-sama mengintrospeksi diri. 

Itulah sahabat. 
Kamu bisa menjadi diri kamu sendiri di hadapannya. Kamu nggak perlu malu menangis dihadapannya jika kamu diputuskan sang pacar ataupun hal lainnya. 
Jika kamu ingin mengetahui apakah seseorang itu layak untuk menjadi sahabat kamu, coba renungkan hal ini :
"Ketika kamu melakukan kesalahan kepadanya atau sebaliknya, apakah dia memutuskan untuk menghilang darimu? Tanpa sepatah katapun? Atau dia sudah memberikan sepatah kata bahwa dia memaafkanmu, namun dia menghilang darimu?" 
Sesungguhnya dia tidak bisa menjadi sahabat selamanya.

Sahabat itu adalah orang yang akan selalu memaafkanmu sekalipun kamu berulang kali melakukan kesalahan kepadanya. Contoh yang paling sering kita dengar dan kita imani, sahabat itu seperti Bapa di Surga.. Sadar tidak sadar ketika kita melakukan kesalahan, namun Bapa di Surga memberikan Janji Pengampunan kepada kita jika kita mau mengakui kesalahan kita. Kapan DIA pernah meninggalkanmu? Never. Bukankah DIA menjanjikan bahwa ".. Aku senantiasa menyertaimu... " 



.LaDy.
Casabonita Residence, Jakarta 
150615, 1.37 wib

Share Article on :

Wednesday, June 10, 2015

Malam ini harus belajar... harusnya ada persediaan kopi sachet euy...
Biar melek sampai tepar lagi.
Share Article on :

-Diam-

Riuh, ramai seperti pasar
Bukan bosan, hanya jenuh yang pekat

Jika riakmu tak terdengar lagi
Biarkan diammu memaknai semua hal

Karena diam memiliki sejuta makna
Yang tak seorangpun dapat mengartikan

Hanya kau dan Kau


.LaDy.
Share Article on :

Tuesday, June 9, 2015

-Logika dan Hati-

Tidak butuh tangan yang mengangkat
Hanya butuh kaki untuk melangkah
Tidak butuh mulut yang  berbicara
Hanya butuh hati yang menafsir

Jika egomu masih berada di tingkat tertinggi
Baiknya tanggalkan hatimu
Karena hati harusnya tak egois

Jika pengalaman masih tak cukup mengajarimu bagaimana seharusnya hidup
Belajarlah bersama waktu lebih lama lagi
Temukanlah ilmu yang tersembunyi malu di dalamnya

Tak banyak kata,  tak banyak kritik
Hanya hati yang bergelut dengan logika
Entah siapapun yang menjadi sang juara,
Biarlah keduanya bertatah setara dalam hidup.


.Lady.






Share Article on :
K. E. P. O !!!




Share Article on :

Monday, June 8, 2015

-2 Timotius 1:7-



Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
 2 Timotius 1:7


Di tengah situasi yang tidak mendukungmu sekalipun, kamu harus bisa berdiri teguh dalam iman bahwa Tuhan selalu memelihara kamu dan mengamati setiap gerak langkahmu. 
Be happy, dear !! 


.LaDy. 
Share Article on :

Saturday, June 6, 2015

-Hal Syukur-

Tuhan..

Hari ini gue bahagia. Hari ini begitu banyak ucapan syukur terucap dari mulutku. Walau di pagi hari aku hampir telat ngantor, tapi masih bersyukur karena itu hanya 'nyaris'. Pagi hari gue mengajari junior gue yang 'bengal' banget. Entahlah, harus dengan cara bagaimana lagi supaya dia bisa lebih memahami jobdecs nya. Butuh kesabaran tingkat tinggi seumur pernah mengajari junior sebelumnya. Yah, bersyukur juga karena sempat terpilih menjadi trainer cabang untuk para junior. Tapi akan menjadi beban juga kalau misalnya cabang gue jelek dan gue melakukan kesalahan. Rasanya tampak tiada ampun.. 

Pagi ini, entah kenapa bos gue begitu ramahnya menyapa gue. Walau pun hanya sekedar basa-basi nya tapi tetap bersyukur. Gue nggak terlalu akur dengan doi. Gue lebih banyak memilih diam dibanding dengan rekan sebelah gue yang doyan banget ngobrol bahkan wataknya hampir setipe dengan beliau 'manis di depan buruk di belakang.' Akhirnya gue berprinsip 'silent is gold'. Takut salah ngucap nanti doi malah bisa salah mengartikan dan malah bisa melebai-lebaikan dan diedarkan ke orang lain.

Bersyukur karena siang ini ketemu lagi sama Nasabah gue si Ibu Elizabeth yang sempat mengenalkan angota keluarganya kepadaku. Walaupun sebenarnya gue tidak tertarik, tapi bersyukur karena masih ada nasabah yang se'hepot' ini untuk menjodohkan ku dengan keluarganya.

Lagi-lagi bersyukur karena hari ini pulang malam. Huahhhhhh.. :( males sebenarnya. Hehehhe, tapi kan harus bersyukur. Karena jika aku harus membandingkan ketika gue kerja di daerah dulu, Garut. Jadwal paling cepat pulang untuk pertemuan itu jam 10 malam. Dan bahkan hampir setiap hari itu selalu ada pertemuan, entah itu sosialisasi, entah sekedar kunjungan dari wilayah Bandung, Jakarta, Divisi Kartu Kredit, Divisi Jaringan dan Layanan, dll, Yang pasti semenjak di Jakarta, gue sangat bahagia. Tuhan mengijinkanku untuk pindah ke Jakarta, bukan kehendakku. Karena jika gue mau flashback, SK pindah yang gue trima itu sudah 2x. SK pertaama sudah ku terima di bulan Juli, dan sesuai dengan target dan rencanaku untuk segera move ke Jakarta. Karena kondisinya sesungguhnya gue nggak kuat kerja di daerah Garut itu, yang notabenenya di kantor itu terlalu banyak orang-orang munafik dan fanatik, fiuhhh... Bisa kebayangkan di kantor itu hanya gue seorang beragama Kristen. Ketika gue pengen banget move di bulan Juli 2011, ternyata jawaban Tuhan adalah TUNGGU. Tuhan punya rencana lain. Dia menyuruhku untuk melihat kembali sekitar Garut. Dia menyuruhku untuk semakin mengikhlaskan diri bahwa memang Tuhan berencana indah untukku di Garut. Ketika tidak ada jawaban dari Wilayah Jakarta Kemayoran, gue galau. Omongan sekitar lingkungan kerja semakin menusuk, gue semakin diajarkan Tuhan untuk selalu membalas senyuman atas setiap perkataan pedas mereka. Dua bulan berlalu. Akhirnya mendapatkan SK terbaru lagi itu SK yang diperbaharui bahwa gue pindahnya ke Jakarta Senayan. Kembali gue menghubungi Jakarta Senayan, tidak ada respon. Bahkan gue ingat banget sampai Om ( Bapak Tua) gue datang ke Cabang Senayan untuk mengecek sesungguhnya ada apa dengan Wilayah Senayan.Ternyata Om malah dicuekin dasana. Gue sempat pengen menyusul ke Jakarta, tapi Om bilang tidak perlu. Dua bulan berlalu. Gue semakin diajarkan Tuhan kembali. Gue bilang sama Tuhan bahwa kalau memang ini kehendakMu, tidak ada seorangpun yang dapat menutup pintu ku untuk ke Jakarta. Namun Tuhan, jika ini bukan rencanaMu, biarlah aku mengikhlaskan ini dan melepaskan niatku untuk ke Jakarta. Aku mau belajar menikmati kota Garut ini.
Aku lalui hari-hariku bersama orang sekitar di Garut. Pemimpinku disana memang sesungguhnya tidak menginginkan SK ini, karena dia memiliki visi khusus untukku; mengenalkan orang-orang Tionghoa disana agar mau menggunakan produk Bank kami. Karena memang waktu disana, gue cukup aktif di lingkungan gereja Tionghoa. Dan itu terlalu berat, karena kaum Tionghoa banyak kecewa dengan Bank BUMN. Demikian cerita salah satu penduduk Tionghoa disana kepadaku.

Waktu terus berlalu, SK hampir terlupakan olehku. Bahkan ketika itu gue sempat dikenalkan oleh pemimpin gue seorang pria angkatan yang berpangkat Kapten, orang batak juga yang notabenenya asli Jakarta. Yah, pemimpin gue ingin mengenalkannya kepadaku, biar dengan alasan biar gue nggak jomblo lagi. Waktu itu gue baru saja putus di bulan Juli persis. hehehehhe.. Gue menikmati perkenalan tersebut. Prosesnya gue lalui, sampai akhirnya gue melihat persis watak pria ini. Kasar.
Benar-benar kasar. Gue nggak suka diperlakukan dengan bahasa kasar, dengan perilaku kasar. Dia memang baik. Baik banget malah. Tapi kasar. Gue takut dengan sikap kasarnya. Untuk apa menjalani hubungan dengan rasa ketakutan berlebihan ketika sedang duduk bersama? Itu pertanyaan dalam hati. Kami hanya berkenalan sekitar enam bulan saja. Gue memutuskan untuk tidak memiliki ikatan sama sekali dengan dia, karena dengan banyak pertimbangan.
Sampai akhirnya Wilayah Bandung memberikan ultimatum kepada Wilayah Senayan Jakarta untuk segera memanggilku pindah ke Jakarta. Akhir Bulan November 2011, akhirnya SK ketigaku keluar. SK ultimatum aku juluki, hehehhe.. Bagian umumku bilang, " Neng, semoga ini kado Natal buat eneng yah... SKnya sudah keluar lagi nih. Lagi ditandatangani Bapak Pemimpin." Amazing, Lord.  Dia ingin gue pindah di Bulan Januari 2012. Dan gue akhirnya tahu jawaban mengapa tidak di bulan Juli itu gue pindah. Gue disuruh Dia untuk belajar semakin tangguh disana. Gue diajarkan sama Tuhan bagaimana yang namanya hidup bersandar bukan pada pengertian dan kemauan sendiri, namun berserah kepada kehendakNya.  Harap-harap cemas muncul di dalam hati. Tapi bagaimana caranya gue untuk meletakkan HARAPANku itu di pundakNya, sehingga gue tidak akan kecewa dan patah semangat. Kalau gue pindah di Bulan Juli, mungkin SK gue bukan di Senayan, namun di Jatinegara masuk wilayah Kemayoran dimana penempatan kantor cabangnya cukup jauh dari pusat Jakarta.  
Kalau gue jadi pindah di bulan Juli, mungkin gue akan menikah dengan mantan gue itu dan gue akan menderita dan tersiksa ( bisa mengatakan seperti ini karena ada sebuah fakta). Kalau gue jadi pindah bulan Juli itu, mungkin gue tidak akan mengenal seorang Jeffry, my closest friend :( 

Malam ini bersyukur kembali karena tadi nama gue disebutkan di depan khalayak ramai penghuni Tebet. OK, kantorku mendapatkan penghargaan Juara 5 besar seNasional untuk kategori Layanan Terbaik. Gue masih ingat persis, kali pertama masuk di lingkungan Tebet ini, gue hanya dipandang sebelah mata walau mungkin memang begitu sampai saat ini. Pernah juga gue mencoba untuk membuktikannya ketika itu, namun ternyata penghargaan itu diambil alih oleh rekan gue. Gue cuma nangis di kursi hijau itu. Melihat rekan gue yang dipuji-puji, padahal itu adalah hasil usaha gue. Mau argumen, siapa gue? Ketika itu gue hanyalah seorang pegawai dari kampung yang pindah ke kota yang nggak ngerti apa-apa. Itu yang bisa gue simpulkan. Sampai akhirnya, emang Tuhan bekerja luar biasa, orang yang dipuji-puji itu akhirnya di tes kembali oleh para pemimpin pada satu kesempatan. Dan semua orang malah terbelangak hasil tes nya mengapa tidak sesuai dengan penilaian sebelumnya. Dengan hati terluka gue menceritakan ke para pengelola Layanan, bahwa seharusnya yang maju di depan itu adalah gue bukan rekan gue. Gue menceritakan history nya, dan mereka meminta maaf atas ketidakpahaman mereka itu. Ini yang gue imani, walau memang tampak begitu lambat Tuhan bekerja, namun sesungguhnya Tuhan tidak pernah datang terlambat. Bahkan ada yang sirik sama gue waktu gue diajakin wilayah untuk Memeriksa Layanan di Cabang Luar kota ( ketika itu memeriksa di Lampung ). Banyak banget yang sirik. Dan seharusnya semester ini pun gue sebenarnya diajakin untuk memeriksa. Namun, gue putuskan tidak. Saya tidak mau kalau 'memeriksa Layanan' itu jadi Batu sandunganku. Terlalu sakit. 

Dan sepulang kerja ini, menunggu mata mengantuk, gue bersyukur karena rasa rindu ini masih saja merayap. Gue kangen si Jep, Tuhan. Dan Engkau pasti mengetahui itu.
Seperti yang sudah-sudah, gue tidak mau khawatir tentang perasaan ini. Biarlah damai sejahteramu yang melampaui segala akal, menyertaiku selalu. Jika memang rasa kangen ini dariMu, biarlah Engkau yang memelihara. Jika ini rasa yang gue buat sendiri, biarlah Engkau buang jauh. Bila perlu  buang kelautan Afrika sana. Yang tidak terjangkau ku. Hihihihi..

Terimakasih, Tuhan... Terimakasih untuk hari ini. Sudah ah, mau tidur dulu.Kemarin malam sudah kurang tidur. Dan besok pagi mau lari.



.LaDy.
050615
22.55wib, Casabonita Residence, Jakarta 

Share Article on :

Friday, June 5, 2015

-You-

+

There's always something in the way
There's always something getting through
but it's not me
It's you... it's you

Sometimes ignorance rings true
But hope is not in what i know 
it's not in me ..  me
it's in you, it's in you

it's all i know
it's all i know
it's all i know

I find peace when I'm confused
I find hope when I'm let down
not in me.. me
in you.
it's in you

I hope to lose my self for good
I hope to find it in the end 
not in me ... me
in you..
in you..
in you...

It's all I know
It's all I know 
It's all I know

in you
in you
it's in you
it's in you

There's always something in the way 
There's always something getting through
but it's not me 
It's in you
It's in you
It's in you


#Switchfoot



Share Article on :
Baiklah, pagi ini wajib menyeduh capuccino favorit ku. Sebenarnya ga tahu juga sih itu seduh dengan merek apa, tapi aku suka. Si Girno ( tukang parkir ) gue suruh yang beliin ke warteg sebelah. Soalnya di kantor cuma ada kopi hitam, terus OB gue kadang kambuh-kambuhan. Kalau lagi baik, bisa tanpa disuruh udah langsung nyeduhin itu kopi. Tapi kalau lagi kambuh malesnya, "Mba, males ih,, nyeduh sendiri aja yah? " Gendek nggak??

Mata masih sepet banget, tadi malam tidur bener-bener subuh. Nggak bisa tidur sama sekali. Yang biasanya tidur nggak pakai matiin lampu, tadi subuh terpaksa mencari ide dengan mematikan lampu kamar dan toilet. Asli gelap gulita. Dan tarammmmm... gue pun telat bangun. hahahha.. secara tidurnya aja jam 3 pagi. hhihihihihi..


Semoga pagi ini tidak mangantuk parah.

.LaDy.





Share Article on :

Thursday, June 4, 2015

-You-


Ketika itu, 2013 yang lalu. Dan masih tersimpan rapih di laptop tua ini. Andai saja kita masih bisa saling memberi kabar tanpa takut dikatakan 'kepo' itu, mungkin kita bisa tertawa lepas tanpa gengsi mengungkapkan kepedulian kita satu akan yang lainnya. Bilakah waktu kembali seperti dulu? 


.LaDy.

Share Article on :

Wednesday, June 3, 2015

Aku putuskan menyeduh kopi hitam demi mata yang sulit bekerjasama ini.
Semoga tidak berkasus dengan sang perut dan lambung.
Nasehat dokter pun harus diabaikan sementara waktu.
Hihihi,, maafkan saya yah, dokter.. pasienmu kali ini harus bercengkrama dengan kopi hitam.
Semoga perut saya aman terkendali.

.LaDy.

Share Article on :

-Wed, 030615-

Pagi--pagi bangun dengan berat hati. Menyadari warna kulit berubah drastis menghitam seketika dalam hitungan beberapa jam ketika bermain air pantai, kepala nyut nyut, mata masih sepet pengennya tertutup untuk beberapa jam lagi.
Kaki lebam dan terluka karena tinjuan karang-karang muda yang duduk manis di bawah permukaan pulau liwungan,sementara alarm membangunkan ku dari pukul 05.00 wib.
Lengan terasa linu, dada terasa nyeri. Mungkin karena efek kemarin sewaktu naik 'motor' (perahu motor) main loncat saja dan tangan terbaret.

Kembali harus menikmati rutinitas pekerjaan,
mungkin membosankan, namun harus dijalani.
Harus banyak bersyukur karena masih banyak saudara/i sekitar yang tidak mendapatkan pekerjaan.

Baiklah, gue mau kerja dulu.
Semoga mata ini bisa diajak kerja sama.

Selamat pagi makhluk ciptaan Tuhan !
Semoga dibuat berhasil untuk setiap pekerjaan tanganmu.


.LaDy.
Sudah di Jakarta kembali
030615.07.42wib

Share Article on :

Tuesday, June 2, 2015

Dalam kebisingan ombak pantai
Keriuhan anak kecil berteriak bahagia
Aku masih saja memikirkanmu
"Sedang apakah disana?
Masih terbakar dengan api yang kamu mainkan sendirikah? "

.Lady.
Tanjung Lesung,Banten,Indonesia
020615

Share Article on :

Monday, June 1, 2015

Morning...

Selamat bekerja pagi ini.
Fiuh... malesnya pagi ini.
Kenapa nggak libur saja sih?

Yippiii,,, besok bisa tidur panjang.
Semoga ingat untuk bangun kembali. ;D

.LaDy.
Share Article on :

Saturday, May 30, 2015

-Love, Feel it-

Seperti halnya tiupan angin,
aku tidak pernah bisa melihat angin yang meniup setiap helai rambut ini, 
namun aku bisa merasakannya.
Aku percaya, 
walau aku tidak melihat, namun aku bisa merasakannya.
Seperti juga cinta itu,
walau aku tidak melihatmu, namun aku merasakan cinta itu. 


.LaDy.
Share Article on :

Friday, May 29, 2015

-BREAKFAST, 290515-

Jangan menganggap remeh dan jangan cepat-cepat dalam masa menjalin hubungan walau kalian kerap di desak perasaan itu. 
Untuk meniti masa menjalin hubungan yang sukses dan menyenangkan, kita perlu bertumbuh dan berjaga dalam tiga hal : Persahabatan, persekutuan, dan asmara. 

Pertanyaan penting yang perlu dijawab: Bagaimana kalian membiarkan dirimu masing-masing kelihatan yang aslinya. Hal apapun yang kamu sukai, apapun yang ada dalam imajinasimu, bawalah dia ke duniamu. Dan mintalah dia membawamu ke dalam dunianya juga. 

Saling menjaga hati artinya memastikan bahwa persabahatan ini memiliki tempat, fokus, dan ruang yang pas. 

Kelak fokus ini akan berubah seiring dengan mendalamnya keyakinan kalian berdua tentang komitmen. Dengan berlalunya waktu, kalian akan makin memperoleh tempat di hati masing-masing.

Jangan menggunakan tempo yang terburu-buru. Karena hal ini akan memakan waktu dan perlu 'investasi' yang konsisten untuk mengembangkannya,. 
Jangan cepat-cepat ataupun mencoba saling memaksakan cara masing-masing.


Ingatlah, bahwa tujuan kita adalah membawa satu sama lain semakin dekat kepadaNya.


Tujuan kita dalam menjalin hubungan bukan memendam perasaan cinta dan kasih sayang, tapi menyerahkannya kepada Tuhan, bertumbuh di dalamnya, serta menjaganya.

"Hal yang ideal itu seperti bintang. Kita tidak akan berhasil menggapainya dengan tangan, namun kalau kita mengikutinya seperti pelaut yang berada di lautan, kita akan sampai pada tujuan."

Jika kita sesungguhnya dituntun oleh hal-hal ideal dalam hal saling tulus mencintai dan sungguh-sungguh mempertimbangkan pernikahan, kita akan dapat meraih tujuan menjadi sahabat dan kekasih seumur hidup dalam pernikahan.


Happy Friday, Chien !!
God loves you...


.Ophie Chien.



Share Article on :

Thursday, May 28, 2015

- Mr. Misterius -

Kadang kala Tuhan bekerja dalam hidup kita secara misterius. 
Diam-diam datang menyusup, menyusuri hati dan pikiran. 
Tanpa kita sadar, bahwa semua yang terjadi dalam hidup itu adalah atas seijinNya.

Kadang kala Tuhan mengijinkan segala sesuatu terjadi dalam hidup kita untuk kebaikan kita
walau tampak terasa pahit.
 Jika saat ini kita harus dipisahkan oleh jarak dan waktu, 
 itu karena ada tujuan yang begitu indah. 

Maksud yang tampak terselubung, namun bernilai mahal. 
Cobalah renungkan, dan pelajari.
Rasakan kehadiranNya yang datang tiba-tiba itu.
Lama-lama engkau juga akan menikmati kemisteriusanNya.
Dia yang tidak pernah salah mempertemukan kita.
 Dengan maksud dan tujuan yang begitu indah, walau tampak proses yang begitu rumit.

Merasakah kau? 


.LaDy.


Share Article on :

-Tragedi 'Mama Boru Apa?' -

Jreng, jreng, jreng...

Pagi-pagi udah ada aja adegan perjodohan di kantor.
" Pagi Ibu Elizabeth.. Bapak Marga apa Ibu? "
" Loh kok tahu saya orang batak? "
" Dari marganya dong, Bu. Saya boru batak juga. "
" Oo, gitu boru apa? "
" Boru Simangunsong, Ibu Elizabeth."
" Mama kamu boru apa? "
" Hutagaol, Bu. Bapak marga apa bu? "
" Siregar, De.. "
" Eh,, Wahh, kamu sudah berkeluarga kah? " lanjutnya lagi.
" Hihihihi.. Belum Ibu.. "
" Oogitu. terus pacar sudah ada? "
Nah loh, pertanyaan semakin menjurus kemana ini. Kok nanyanya langsung nembak-nembak begini yah. Dasar orang batak yah.
" Enggg.... engggg... belum ada ibu. Sudah berakhir, ibu. "
" Ooo.. mau saya kenalin ? Tapi sama keluarga saya yah..
Ngokkkkk... langsung nyeri kepala.
" Yah, dikenalin mah boleh aja ibu. Tapi yang baik-baik yah bu. Nda mau mengenal yang jahat-jahat ,bu.. hehehehe.." ujarku sok tersipu malu bercampur enggan gitu. Padahal karena bingung harus bersikap seperti apa. 
" Loh memangnya kenapa berakhir? "
Aishhhh.. pertanyaannya itu loh.. Males banget untuk dijawab.
" Iya, Ibu. Yahh, bentrok sama sudut pandang dia dan orang tuanya, Bu..."
" Loh, kok gitu sih? Orang anaknya yang pacaran, masa jadi orang tuanya yang ikut campur sih. Kan anak-anaknya saling menyayangi. Kenapa nggak didoakan saja supaya anaknya bahagia dengan orang yang dikasihinya. Kok kampungan sekali yah orang tuanya? "
Ngokkkk... si Ibu ini terlalu terbuka sekali dalam berbahasa. Tapi it's okay. Mungkin inilah salah satu ungkapan ketidaksukaan seorang ibu jika misalnya melihat anak perempuannya mendapat perlakuan yang sama. Karena nyokapku pun juga mengeluarkan makna yang sama dengan yang diucapkan beliau ini.
" Yah, mungkin begitulah, Bu... "
" Nanti saya kenalin yah ke kamu. Kali aja kamu berjodoh dengan keluargaku."
" Hehehehe.. Si ibu ada-ada saja.. " balasku sambil nyengir grogi. Bingung membalas obrolannya yang terlalu to the point.
" Eh, bagi no HP kamu. Nanti saya telepon kamu yah. Atau kamu SMS saya deh no HP kamu. "
Oo,oo,ooo,,, beliau dengan to the pointnya meminta no HP ku lalu dengan tanpa ragu memberikan no HP nya kepadaku.
Dengan ragu sebenarnya gue memberi tahu beliau No XL saya. Yupss, karena no simpati gue adalah no privacy; hanya untuk orang terdekat, jadinya saya nggak mau memberikannya kepada orang yang baru saya kenal. Maafkan saya yah, bu.

" Iya bu. Nanti saya SMS kan no HP saya yah, bu. "
" Saya doakan kamu dapat jodoh yang baik hati yah, Nov. Yang sayang banget sama kamu dan keluarga kamu. "
Bahasanya persis sekali dengan Ibu Pendeta yang sempat gue temui di Klinik yang ngotot pengen jodohin gue sama anaknya. Mungkin demikianlah doa seorang Ibu yang sesungguhnya. Mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya.
" Amin.. Doakan yah, Bu.."

Disudut kiri, temanku si Inoy sudah cengar cengir. Ikutan nimbrung malah.
" Iya, bu. Kenalin saja, bu. Biar cepat menikah dia ini, bu. Kenalin yang OK punya lah bu. "
" Ihhh, apaan sih, lu. Noy... Nimbrung aja yah.. Dasarrr emak-emak .. " ledekku sebel.
Sang ibu tersenyum . Hmmmm.. suka dengan senyum ibu ini. Entahlah. Setiap kali dia ke kantor aku melihat dari sekian nasabah orang batak yang datang, dia adalah orang yang sangat low profile. Nggak keliatan kalau dia adalah seorang yang memiliki jabatan di kementrian kejaksaan. 
Setelah dia pulang, teman gue masih aja ngeledek gue.
" Ciee,, cieee,,Ehemmmm...mertuanya orang kejaksaan euy..  Tajir habis Nov.. Tadi aja beliau buat deposito 1 M.. "
" So? Kalau beliau kaya emangnya kenapa? Ngaruh juga sama anaknya apa?"
" Yah, kali aja Nov.. Harta ortunya ke anaknya. Terus kan kalau nikah sama lu otomatis lu dapat bagian. "
" Gile lu yahh.. Kalau pun gue jadi menikah sama anaknya atau sama anaknya siapapun yang misalnya orang tuanya kaya, yah gue bukan menikah sama orang tuanya. Yah sama anaknya. Orang tua itu adalah hanya pribadi yang kelak mengiringi gue dan pasangan gue nantinya ketika gue sudah menikah. Itu aja. Gue nggak mau dikasih makan sama pasangan gue pakai uang orang tuanya juga. Nggak ah, gue nggak mau sama yang tajir-tajir, Noy.. Sakit kepala gue. Gue dari keluarga biasa aja. Yah, nyari yang sepantaran sama gue dan keluarga gue aja. "
" Halahhh Nov... Kalau yang datang sama lu yang memang lebih dari lu dan keluarga lu gimana? Masa lu tolak? Padahal lu udah cinta sama itu orang. "
" Yah,, itulah Noy, perlu yang namanya berhikmat. Gue harus bisa melihat segala hal nya dengan kacamata yang berbeda. Bukan dengan kacamata dunia gue. Yah, yang pasti ketika gue sedang mengenal seorang pria, terus gue semakin dekat, dan gue jatuh hati, yah gue pasti doakan dong. Minta Tuhan buat meyakinkan gue akan perasaan gue bahwa perasaan gue ini nggak salah. Gitu loh. Dan gue percaya, Tuhan pasti kasih petunjuk. Entah itu hubungan gue berlanjut semakin dalam atau berakhir. "
" Ahhhh,, pokoknya gue dukung deh Nov.. Cieee,, ketika semua berawal dari 'Mama boru apa?'.. hahhahaha.. "
" Sialan lu... Orang batak yang tahu bertutur kata dan beradat pasti begitu. Yang ditanyakan itu begitu. Tanya marga bapaknya dan mamanya. Itu sudah lumrah. Itu yang diajarin ortu gue, Noy.."
" Hahahahha, iya.. Pengajaran ortu lu nggak salah. Jadi awalnya yah begini.. "
" Siallllll.... kerja, kerja... "
" Wakakakkaakkk... Cieee,,, ibu mertua datang tuh ... cieee, cieee.. "
***

Yah, begini nih nasib kalau masih berstatus single. Tadinya sih sebenarnya mau bilang sudah punya pacar. Tapi, ada teman gue ini. Pasti dia bakal ikutan teriak "Bo'onggg, bu..." kalau gue bilang begitu. Sejujurnya hampir setahun ini gue lagi membenahi hati gue. Memfokus hati gue dan menyerahkannya kepada pemilik sesungguhnya. Gue percaya, sangat percaya,, suatu saat nanti pasangan hidup gue bakal datang menghampiri gue. Ketika hati kami sama-sama telah siap untuk mengarungi pernikahan sesungguhnya. 



.LaDy.
Casabonita Residence, Tebet, Jakarta Selatan 
Share Article on :

Wednesday, May 27, 2015

-270515-

Bersin-bersin sudah hilang. Tapi suara sengau ini masih terdengar dengan jelas. Bahkan sampai teman kerjaku yang baru bilang .
" Vit, suara kamu bagus deh. Kenapa nggak ikutan Idol atau Xfactor kayak Novita Marpaung itu, atau jadi penyanyi aja? " sapa mba Hana terdengar dari ruang pantry kantor. 
" Hahahahha.. mba, ini suara mah lagi sengau banget, masa di bilang bagus sih?"
" Iya, tadi Mba dengar Vita lagi nyanyi..Bagus loh suaranya. "
" Iye Mba,, emang. tapi dia beraninya nyanyi di kamar mandi doang. Di kantor ini doang.. Nggak pernah berani disuruh nyanyi kalau Tebet lagi ada acara gitu. " celoteh Inoy.
" Dihh, elu mah yahhh. Jaheeee.. " balasku ngasal menyambut ejekan Inoy.
Untuk kesekian orang awam yang bilang suara gue itu bagus, hahahha. Kayaknya orang yang bisa melihat warna suara yang bagus juga bakal bilang suara gue Standar. Tapi yah namanya juga seni yah. Nilai seni itu abstrak sih menurutku. Nggak bisa di paparkan dengan rumus seperti rumus matematika yang ribet itu. ;) 

Pulang kerja tadi sudah malam, nyampe kamar niatnya sih mau bersihin lipstik yang ada di bibir. Dan gue nggak sadar sewaktu memakai lip & eye remover ke kulit wajah.. Hahaha.. Ini kayaknya efek masih keki dengan penjaga kos. Udah dari beberapa waktu yang lalu gue meminta dia untuk mengganti kunci gembok dengan alasan gue selalu kesulitan untuk membukanya kalau dari luar. Bukan maksud untuk memerintah, tapi justru gue nggak enak kalau tiap hari harus merepotkan dia untuk membuka gerbang rumah ini. Fiuhhhh.. Apalagi gue suka nggak jelas jadwal pulangnya. Kadang kalau lagi pengen di luar, bisa sampai jam 12 atau jam 1 subuh nyampe rumah. Tenang gue nggak aneh-aneh kok; nggak mabok, ataupun merokok; gue biasanya kalau pulang subuh begini paling juga nonton di XXI sampai ngantuk dan bosan. Atau biasanya suka nongkrong di Pasar Festival Dimsum yang buka 24 jam. Atau kadang malah kalau nggak bisa tidur, suka gangguin teman gue si Kiky dan Ando buat sekedar makan roti bakar atau mie instan rebus dan minum susu coklat hangat di warkop daerah Tebet ini. Sebenarnya kebiasaan ini sudah gue hindari karena sekarang lebih memikirkan kesehatan dan malah lebih menyukai kesendirian di malam hari. Nggak suka keramaian seperti waktu itu. 
Oh ya, sampai pernah satu waktu sepulang nonton di XXI, jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 12 malam. Gembok gerbang ini sulit banget dibuka. Penjaga rumah di telepon nggak bangun-bangun juga. Gue dengan wajah keki dan nggak enak juga harus berteriak dari luar gerbang, akhirnya membujuk teman ku dengan wajah memelas.
" Eh,,, gue tidur di mobil lu, boleh nggak? "
" Hah? Yakin lu, Phie? "
" Iye.. habisnya nggak mungkin gue nggak tidur juga. Kerja nih besok. Lumayanlah tidur beberapa jam lagi. "
" Astaga, Phie... Ada-ada aja lu. Ya udah kalau lu sanggup ngemper di mobil ini.. Silahkan tidur. "
***

Kalau bokap gue tahu gue pulang jam 12 malam terus pakai tidur di mobil pula, haduhh, bisa diomelin habis-habisan atau mungkin terancam nggak diomongin bokap nih. Gue masih ingat banget nih, bokap gue itu orangnya sangat protect banget sama anak-anaknya. Apalagi sama gue ini. Anak perempuan satu-satunya. Waktu gue lagi kencan;ceritanya mau makan malam nih sama pacar, baru aja keluar rumah kira-kira setengah jam berlalu deh, eh bokap udah SMS aja. Dengan bahasanya yang ciri banget deh.
" Posisi dimana?"
Gue tunjukin tuh SMS sama sang pacar waktu itu, terus doi malah ketawa-ketawa. 
" Buseettt, baru aja diculik sejam udah takut aja yah Bokap. Emang yah boru hasian ini. Apa perlu nih gue yang telepon Bokap kalau lu aman sama gue?"
***
Jaman dulu lebih sadis malah. Jaman masih muda, hahahaha. Tersadar kalau sekarang sudah bertambah tua. Ancaman bokap lebih kece lagi. Bikin jantung dag dig dug. 

" Posisi dimana? Mau pulang jam berapa? "
Dengan sigap gue langsung balas SMS beliau. Dan itu masih pukul setengah tujuh malam sodara-sodari.

Tak lama, SMS pun muncul kembali.
Mau pulang jam berapa? Mau dijemput dimana?
20.00 wib.

Nah, kalau bokap sudah tiga kali SMS dengan bahasa dan maksud yang tidak jauh berbeda, berarti sudah ada pertanda. SMS terakhir itu ultimatum bokap.
Mau pulang atau rumah mau di kunci dan kamu tidur di teras?
21.30 wib.

Sadis nggak? hahahha.. itulah bokap. Dia paling anti tuh kalau anak-anaknya pulang keluyuran tengah malam. Masih ada hari esok untuk melakukan aktifitas. 
***

Sekarang gue lagi memegang laptop ini sambil menikmati jeruk yang baru gue beli dari supermarket. Malah jadi ingat nyokap. Waktu kecil nyokap paling doyan membeli jeruk; mengupasnya, menguliti jeruk itu sampai tidak ada bijinya lalu memberikannya kepadaku. Sampai terakhir pulang ke Medan di April lalu, nyokap masih saja mau memeras jeruk untuk kami. 
Mama.... Dia lupa kalau dia sedang sakit dan benar-benar tidak dalam kondisi sehat.

Ya Tuhan... panjangkan umurnya. 
Cabut sakitnya...

*dengan air mata.

.LaDy.
Casabonita Residence, Jakarta
270515.21.59wib




Share Article on :