sitoradostdaram sitoradostdaram sitoradostdaram

Saturday, January 19, 2013

-Tak Tahan Sepi-

"Pagi pun kembali datang untuk merubah malam yang gelap tadi.
Burung-burung sibuk bersiul diatas pohon,
Mengajakku untuk menyambut sang matahari yang hendak memanaskan tubuh yang beku ini.
Keramaian jalanan itu tetap masih membuatku sepi, dan aku Tak Tahan Sepi. Sepi ini buanglah jauh, wahai Sang Penciptaku.."




Melihat dunia begitu ramai
Tapi aku sendiri
Kapankah datang bahagia itu
Menjemputku disini

I'll never stop to believe it
that time will come into me, i believe

Seandainya, Tuhan mendengarku
ku hanya meminta cinta saja
Kirimkanlah jangan lama lagi
Ku takkan bertahan, tak tahan, tak tahan sepi.






Margareth Siagian, tak tahan sepi
09.44am, jkt, 190113
Share Article on :

-Pulang-

Dan hari-hari selalu meneriakkanku dengan kata ini.
-PULANG-


Di tepi kota ini ku merasa sangat sepi
berdiri diatas karang ku kenang wajahmu
Berikan aku waktu tuk berlabuh ke pelukmu
Sadarkah semua niatmu
dan jangan tinggalkan aku
Jangan tinggalkan..

Aku ingin pulang, aku ingin pulang
Berikan doamu agar aku pulang
Aku ingin pulang, aku ingin pulang
Berikan sayapmu agar aku pulang

Aku ingin cepat pulang
Aku ingin cepat pulang
Berikan sedikit waktumu
Untuk tetap menunggu.

Tetap menunggu..

Baby u see all that i need
Baby u say make me complete
So, comeback home to me



Dedicate for ARS.
taked frm the lyrics of nidji-pulang.
jkt, 190113, 08.51am
Share Article on :

Wednesday, December 26, 2012

Dear, ARS

My Dear, ARS,,,


Menggebu-gebu rasa ini,
Untuk menyambutmu yang tak pernah sedetikpun dapat ku sentuh
Aku melihatmu, semuanya seolah seperti sedang di dalam mimpi

Wujudmu nyata terlihat
Aroma tubuhmu pun dapat aku rasa dengan jelas.

Langkahku pun tertatih
Ketika pada akhirnya hanya selogan gayung yang tak bersambut yang tertancap dipikiran
Ketika terlalu banyak irama alasan bersenandung di bibirmu

Aku tak takut apapun alasan itu, karena aku masih punya Iman.

Yeahhh, this faith's so trong.

Hidup dalam masa lalu hanya akan membuatku diam di tempat,
Mencoba untuk mengejar mimpi dengan lari di tempat.

Itu bukan aku.
Dan harapanku,,, itu juga bukan kamu.

Menyesali dan menangisi masa lalu
Mempuruki diri dengan rasa sakit masa lalu
pada akhirnya akan membuatku larut di masa lalu.


Dan aku tidak akan sedetikpun menyerah, namun berserah.
Jika pada akhirnya ini waktu terakhir, that's choice.
Bukan pilihanku, namun kamu yang memilihnya.

Merelakanmu lebih baik daripada aku harus melihatmu terpuruk dengan masa lalumu.
Maka jika tiba waktunya aku untuk pergi, berjanjilah untuk menjadi seorang Pemimpi.
Berjalan dengan Iman dan Keyakinan, Bersandar bukan pada pengertian sendiri, namun
serahkan kepadaNya yang layak untuk mengatur masa depanmu, bukan menyesali apa yang sudah terjadi.

Kita diberikan masa lalu, sebagai alat untuk belajar menjalani hari ini dan hari esok.
Kita diberikan ingatan yang baik mengigat masa lalu, supaya kita menjadikannya batu loncatan untuk melompat lebih tinggi, bukan malah tenggelam dan terjatuh dalam jurang.

Tidak ada yang lebih menyenangkan, dan menyukakan hatiku, selain dengan menyenangkan hatimu.
Maka bersukacitalah ketika aku akan pergi nanti.
 
Tidak ada hal yang sangat terberkati, selain mengabulkan permintaanmu,

PS : ketahuilah, aku menangis menulis ini.


Lady, 26122012, 02.00pm


Share Article on :