sitoradostdaram sitoradostdaram sitoradostdaram

Monday, October 22, 2012

weikssss...


Bisa ngeblog lagii.. senangnya. setelah sekian lama, negbungkam di dalam dunia maya.. diari onlineku ini sedikit ( mmm... bukan sedikit lagi, lama tak terkira). hampir setengah tahun kyknya terabaikan diariku ini.




Segala hal yang ingin aku curahkan semuanya harus terpendam dalam hati saja, hanya dikarenakan kesibukan diri yang tidak karuan. Tampaknya 24 jam tidaklah cukup bagiku.. ( but, helowww... bagi Tuhan itu sudah cukup. Tidak mungkin Tuhan salah menciptakan siang dan malam terhitung 24 jam.


Share Article on :

Bdg, 22 Sept 2012

Yeahhhh..

Di Bandung lagi cerita kali ini.. :)
Tampaknya Bandung merupakan kota yang teramat berkesan dalam hidupku. Yahh,, perjuangan meniti hidup merantau itu ada di kota ini. Kota yang berjulukan kota Kembang, ataupun Paris van Java (seperti yang dulu pernah saya ceritakan).

Nowww...
Just a little share...
Aku lulus... Tepatnya lulus kuliah..Finally bergelar S1 Ekonomi. hahahha...Berjurusan Akuntansi yahhh, bukan jurusan lebak bulus-grt (hahahha,, remembered kisah perjuangan di grt-bdg. Naik bis ini tiap malam sabtu bersama Popi, Ika, Bayu sepulang kerja). wewww,, Perjuangan yang luar biasa sampai pada akhirnya aku bisa pindah dinas ke Jakarta. Sekarang sih jurusan jkt-bdg).

Share Article on :

AnakMu yang berduka

Dear Lord,

Mungkin nafasku cukup terengah - engah memanggil namaMu yang Maha Kudus.

Ijinkan aku untuk berteriak, mengungkapkan keluhanku dihadapanMu.
Tidak ada satupun orang  yang mampu mengerti hatiku, luka hatiku.
Hanya Kau, sang penciptaku.

Dear Lord,
tidak banyak yang perlu aku ceritakan. Karena ku tahu Engkau pasti mengetahui dukacita ini.
Ketika aku harus menangis kali ini, semata - mata karena Engkau membawa pulang orang yang sangat aku cintai.

Aku melihat betapa kerasnya dia berjuang untuk bertahan hidup demi kami. Masih teringat dengan jelas, bagaimana dia memelukku, mencium keningku dan berkata : "Jangan menangis sayang.."
hanya kata- kata itu yang terdengar dengan jelas ditelingaku. Aku merasakan betapa sesaknya dia menghirup udara ciptaanMu itu.

Share Article on :