sitoradostdaram sitoradostdaram sitoradostdaram

Thursday, May 14, 2009

TERPAKSA...

Kadang kala kita pastinya pernah menjalani sebuah kejadian yang membuat kita menjadi bimbang.
Kejadian yang datang beruntun membuat kita sering kali menjadi pusing tujuh keliling karena bingung hendak memilih yang mana.


Tidak hanya itu saja. Acap kali juga kita diperhadapkan dengan satu masalah yang membuat kita dalam posisi KETERPAKSAAN. Siapakah yang belum pernah merasakannya??

Lady pernah merasakannya. Bukan hanya sekali, namun berulang kali. Sampai - sampai penyesalan datang menghampirinya. Mampukah rasa penyesalan tersebut mengembalikan satu harap yang sebenarnya telah kita impikan???


Lady bukanlah pribadi yang cukup mengerti dan bijak dalam menjalani kehidupan. Hanya saja, dia mencoba untuk berjuang menjadi pribadi yang bijak dalam menyikapi kehidupan.
Kadang kala, saking terlalu menyayangi sekitarnya, dia sering melakukan sesuatu hal yang sebenarnya tidak dia inginkan. Salah satu diantaranya adalah ketika dia memutuskan untuk kuliah dengan Jurusan Akuntansi.

Siapakah yang mengira seorang Lady menyukai dunia Akuntansi. Lagi - lagi hal ini dia lakukan adalah demi kedua orang tuanya. Membuktikan Kasih Sayangnya dengan hal seperti ini.
Benarkah jalan seperti ini yang terbaik untuknya??

Sementara kata hatinya meneriakkan tentang keinginannya untuk masuk di dunia Jurnalistik, dunia Seni, tulis menulis, dan mungkin juga Psikolog.

Salahkah pilihan ini? Benarkah ini juga menjadi salah satu tujuan Tuhan menciptakannya dengan berkuliahkan di Fakultas Ekonomi? Benarkah ada rencana indah dibalik ini semua?

Beberapa rekannya mengatakan jikalau ingin membuktikan Kasih sayangmu terhadap orang tua, bukan dengan cara seperti ini. Masih banyak cara lain. So, apakah ini salah? Sementara dia sudah menjalaninya? Bahkan dia sudah menyelesaikan perkuliahannya di bidang Akuntansi itu??

Ada beberapa rekannya lagi mengatakan, : " Tuhan sudah memiliki rencana indah ketika kamu ditempatkan dengan jurusan Akuntansi. Bisa jadi kalau kamu diluluskan di Sastra, kamu tidak akan berkuliah di Bandung. Kamu akan tetap stay di Kampung Halamanmu. "

Salahkah Lady selama menjalani kehidupannya ini? Dengan pilihan yang mungkin dapat dikatakan sebuah keterpaksaan???

Tidak adakah kesempatan baginya untuk menjadi sesuatu yang dia inginkan dan impikan selama ini? Walau mungkin jurusan yang dia pilih adalah salah.

" Lady.. masih banyak jalan menuju Roma.. tenanglah.. Tuhan sudah memiliki rencana luar biasa untukmu.. Let it flow.. "

by Lady>>>

Op_Ch
140509-Thrusd-Aft,17.58pm, Bdg-Indonesia

Share Article on :

12 comments:

  1. semua orang pasti pernah berada di posisi ini, dan keterpaksaan+penyesalan adalah dua hal yang saling berdampingan, tinggal bagaimana kita menghadapinya. heheheheheee...

    ReplyDelete
  2. Tak jarang keterpaksaan justru menjadi pilihan hidup yang "benar". Yakini saja.. Yupz!

    ReplyDelete
  3. Benar, kadang sesuatu yang kita rasakan sebagai sebuah keterpaksaan membawa buah atau akhir yang manis. Tentu saja keterpasaan yang positif, misal harus belajar, harus rajin dan sebagainya.

    Keep going aja, terpaksa tapi sedikit larak lirik gak apa-apa koq asal masih dalam rel yang benar.

    ReplyDelete
  4. Disini kau rupanya, Chin...

    Oke, I will do follow you now.

    ReplyDelete
  5. Kalau terpaksa, ya semuanya jadi berat.
    Jalani aja semuanya dengan santai dan penuh keikhlasan, pasti akan jauh lebih baik.

    Memang, praktik ga semudah teori. tapi, ayo coba!

    ReplyDelete
  6. salam kenallll.....
    jangan mudah di paksa ya...heeheehhe

    ReplyDelete
  7. Melankolis banget yah tulisannya Lady... Yah, itu kan keputusan Lady dari awal :) kl sudah diputuskan ya mesti dijalanin... Kalau nggak sreg, ya jgn nglakuin :) be yourself :)

    ReplyDelete
  8. just looove the way you wrote..
    let it flow.. yup!! ^^

    ReplyDelete
  9. Last word is nice: let the water flows.
    He Knows better than us what the best is...

    ReplyDelete
  10. carilah cara agar kamu bisa memenuhi keinginan orang tuamu, tapi kamu juga tidak mengorbankan perasaanmu. good luck

    ReplyDelete
  11. hai hai, betul tu, sabar aja. semua pasti ada jalan keluarnya. caiyoo.. ganbate..

    semangat!!!

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkomentar. Tinggalkan jejak untuk dikunjungi kembali.