sitoradostdaram sitoradostdaram sitoradostdaram

Tuesday, August 16, 2016

- Tuesday,16082016 -

Beberapa hari yang lalu saya melakukan kunjungan kepada nasabah yang sedang dirawat di RS Kramat 128, Jakarta Timur. Di ruangan kamar itu saya melihat seorang wanita layu, kurus kering, dengan tubuh lemah, mata tertutup, tangan penuh dengan jarum dan selang infus. 

Seorang pria menyapa, kira-kira berusia 50 tahun. Terlihat wajah penuh pikiran. Tidak banyak kata-kata yang dapat aku rangkai. Demikian juga beliau. Speechless. 

Mungkin jika aku boleh menyimpulkan apa yang ada dipikirannya; SEDIH. Dia tampak sedih namun berusaha tabah. Wanita tersebut adalah istrinya yang divonis kanker payudara stadium empat. Beliau sudah mengidap sakit tersebut kurang lebih 3 tahun yang lalu. Setahun berjalan ternyata sel kanker tersebut sudah menyebar ke otak. Sudah dibawa operasi entah dengan cara seperti apa persisnya, namun beliau sudah dapat beraktifitas normal. Setahun kemudian ternyata sakit itu datang berkunjung kembali. Dan sekarang menggrogoti jantungnya. Sel kanker itu sudah menyebar ke jantung. 

Sang suami bercerita dengan sangat melemah. Aku tahu apa yang kau rasakan, Bapak... Tapi Tuhan jauh lebih merasakan perih itu. Sempat teringat bahwa ketika saya berkunjung beliau harus kembali ke rumah dikarenakan BPJS tidak mampu mengcover biayanya. My Lord.... :(
Besoknya baru boleh kembali dibawa ke Rumah Sakit. 
Dengan kondisi tidak sadar, sang Ibu tersebut harus dibawa ke rumah. Ternyata pelayanan BPJS seperti ini. 

Hari ini sang suami datang untuk mengurus rekening sang istri dengan harapan beliau bisa menggunakan dana yang ada di rekening sang istri untuk bantu-bantu biaya-biaya pengobatan.

" Bagaimana kondisi Ibu, Pak? "
Dengan nada melemah namun tampak memaksakan diri untuk telihat kuat beliau berkata " Saya pasrah, Bu Novi... Tidak ada harapan.. "
" Loh kok gitu Pak? Bagaimana ceritanya? "
" Dokter dari Malaysia dan dokter dari Singapore, Indonesia ini sudah memegang dia. Karena kebetulan dokter-dokter ini adalah teman2 dia. Ada satu dokter yang mengatakan harus operasi. Namun dokter yang satu lagi mengatakan tidak boleh operasi karena fisik istri saya sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. paling lama juga bertahan 6 bulan, Bu... "
" Apa yang menjadi penyebabnya, Pak? "
" Pola hidup, pola makan istri saya selama ini... "
" Kenapa nggak dibawa ke Darmais saja Pak? "
" Disana juga merupakan RS untuk kanker Bu. Dari awal istri saya sudah dibawa kesana. Dan banyak dokter RSCM disana juga Bu. Kalau saya harus bawa ke Darmais harus mulai dari awal lagi. Sementara istri saya sudah mendapat penganan disana sebelumnya. "

Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala. 

" Bapak... Bapak harus tetap optimis bahwa Ibu akan sembuh... Walaupun dokter sudah menvonis bahwa waktunya bertahan hanya sebentar lagi. Mereka hanya manusia biasa, Pak. Yang punya kekuatan menyembuhkan adalah Tuhan. "

" Saya kasihan Bu lihat penderitaan istri saya. Sakit Bu.. pasti sangat menyiksa... "
" Iya Pak.. Pasti.. Saya paham Pak... "

Tiba-tiba saya melanjutkan cerita kepada beliau bahwa saya pernah memiliki teman yang divonis dokter bahwa usianya paling lama adalah 2 tahun lagi. Dokter bahkan menyuruh untuk mempersiapkan penguburannya dan rumah dukanya kepada orang tuanya. Bisa dibayangkan bukan hancurnya perasaan orang tua tersebut. But... God is so amazing... Ketika teman saya ini divonis gagal ginjal dan waktunya hidup tidak akan lama lagi hanya 2 tahun saja oleh dokter, tapi itu bukan vonis dari Tuhan. Temanku itu bertahan sampai 9 tahun lamanya. Walau memang pada akhirnya dia dipanggil Tuhan tepat Januari lalu. Namun saya yakin memang itu sudah habis waktunya di bumi. 

" Percayalah Pak, pasti ada hal yang sedang direncanakan Tuhan untuk istri dan keluarga Bapak. Yang penting kita berdoa dan berusaha untuk kesembuhan Ibu... "
" Terimakasih yah Bu... "

***

Iyesss.. kesehatan itu teramat penting dan mahal. Percuma kita mati-matian kerja, mencari uang beratusan juta namun kita lupa bahwa ada titipan dari Tuhan yang harus kita rawat baik-baik; Tubuh kita sendiri. Tubuh ini adalah titipanNya yang harus kita rawat baik-baik. 

Tersadar bahwa Asuransi itu juga sangat penting. Ada kalanya kita menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk dibuatkan Asuransi Kesehatan, pendidikan ataupun Jiwa. Kenapa? Sistem pemerintahan Indonesia belumlah cukup memadai dalam mengcover biaya Rumah Sakit untuk masyarakatnya. Terlihat dari kisah ini.
Kematian tidaklah bisa kita hindari. Jika suatu saat kita meninggal dunia, minimal ada dana yang sudah kita persiapkan untuk keluarga yang kita tinggalkan. 

Guys,, ini bukan promosi yah. Tapi, saya pribadi mulai benar-benar merasakan bahwa hal ini penting. Diluar negeri, Asuransi sudah dijadikan sebagai Asset. Carilah perusahaan Asuransi yang terpercaya. Dan jangan pernah lupa untuk benar-benar secara detail memahami produk yang akan dipakai. Dan jangan lupa untuk menginformasikan kepada keluarga terdekat kita bahwa kita memiliki Asuransi. Agar mereka dapat mengklaimnya jika terjadi sesuatu dengan kita si Pemilik produk. 

Dan jangan lupa untuk berdoa dan menyerahkan seluruh hidup ini kepada Sang Khalik. Karena Dialah Sang Pemiliki kita. 




.Lady.
My Office, Jkt. 160816, 17.44pm


Share Article on :

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar. Tinggalkan jejak untuk dikunjungi kembali.