sitoradostdaram sitoradostdaram sitoradostdaram

Sunday, May 17, 2009

Episode Curhatnya Si Lady

Bandung, 15 Mei 2009

LADY.. gadis polos, sekitar 4 tahun lalu menjalani hidup mandiri, jauh dari orang tua, tanpa keluarga, dan akhirnya mampu menyelesaikan kuliahnya di Salah satu Kampus Negeri di Kota Bandung ini.

LADY.. berstatuskan Single baru ditinggal kekasih, usia 23 tahun, kulit kuning langsat, tinggi 165 cm, rambut hitam sebahu, dengan ciri khas khususnya adalah suka memakai bandana,
akhirnya lambat laun mulai mengerti makna perjalanan hidup yang sesungguhnya. Walau kadang kala kegilaannya dalam menjalani hidup suka muncul di waktu yang tidak di duga- duga.

Hari demi hari kisah hidupnya semakin complicated saja. Apakah memang seperti itukah hidup??

" Kenapa Lad? "
" Pusing gue euy.. "
" Loh kok?? Loe diputusin pacar loe? Lah bukannya dari satu tahun yang lalu loe udah putus? "
" Bukan, Bud.. Cucian gue numpuk tuh.. " ucap Lady ceplas ceplos.
" Uhhh.. " teriak Budi sambil nimpuk kepala Lady pakai tumpukan kertas yang ada digengamannya.
" Hehehhehe.. ga sih.. masih seperti yang dulu. "
" Si Penjahat loe? Penjahat yang mana dulu nih?? "
" Kedua- duanya, Bud.. Gimana dong?? "
" Emang kenapa keduanya? Minta balikan sama loe? "
" Ihhhh.. kok tahu, bos? Loe punya indera ya? "
" Iye.. khusus buat loe,, gue punya indera ke enam. Bisa dibacalah dari tampang loe. Kayak gue baru kenal loe aja, Lad. "
" Iya gitu deh. Si Fatur minta the second chance, terus, si Ivan minta balikan dan katanya dia serius kali ini. "
" Terus hati loe milih kemana? "
" Nah itu dia gue bingung.. Kedua - duanya gue mau.. "
"Ahh... dodol loe. Maruk itu mah namanya.. Pilih dong.. "
" Ga ding.. Sebenarnya gue bingung sama mereka ini. Kenapa mereka datang pada saat sebenarnya gue lagi PDKT sama seseorang ya? "
" Waduh.. sapa lagi, Lad?? Gile loe ya.. Gue kira loe masih bermewek ria tiap malam. "
" Yahh.. Si Budi. Bukannya loe yang ngajarin gue buat buka hati. Gue nemu nih.. "
" Siapa?? "
" Itu. Si Paimin... "
" Ooo. dia... Kenapa loe bisa suka dia? "
" Waduh. Pertanyaan tolol nih. Namanya juga suka. Mana gue tahu. La wong datangnya saja tiba - tiba. "
" Gue feel different aja sama dia. Pas gue ketemu dia, gue merasa dag dig dug gitu. Rasanya beda lah. Dia mampu buat gue dag dig dug. Beda ketika Si Parjo yang suka samaku. Dia ga mampu membuatku dag dig dug serrr kayak gini. Baru Si Paimin tea... " sambung Lady berapi - api.
" Dia suka loe juga ga? "
" Nah itu dia, Bud.. Gue ga tahu. Cuma dulu gue dapat kabar dari teman gue Si Ijah kalo Si Paimin tea nanyain tentang gue gitu, nama gue. Dan kejadian itu tepat pada saat gue juga lagi nanya - nanya tentang dia. "
" Wuihhh.. terus.. "
" Akhirnya Si Ijah ngenalin gue gitu ke dia. Serius, pas gue berjabat tangan. Ampun deh, bulu kuduk gue berdiri semua.. "
" Hahahhah.. Lady, Lady. Ada - ada aja loe.. "
" Serius nih Bud.. Yang ada dipikiran gue saat itu adalah, kenapa pertanyaan yang gue lontarkan ke Ijah sama dengan pertanyaan yang Paimin katakan ke Ijah juga : " Namanya dia siapa Jah? " Dan pada waktu yang sama?? "
" Apa ini hanya kebetulan?? "lanjut Lady.
" Jangan terlalu cepat menyimpulkan, Lad. Takutnya malah bertepuk sebelah tangan lagi. Mending jalani saja dulu. Kalau dia merasakan hal yang sama, nantinya dia pasti ungkapin kok. Paling tidak ngajak dinner bareng dulu. Udah sejauh mana sekarang? "
" Egggg.... cuma say hallo doang di YM dan FB. Ada kemungkinan berlanjut ga? "
" Emm.. ga ngerti ya, Lad. Masih terlalu muda untuk dipetik kesimpulannya. Mending jadi secret admirer dulu deh. "
" Iya sih, Bud. Biarinlah. Gue juga bersyukur banget karena bisa dipertemukan dengan dia. Dan dapat merasakan dag dig dug seperti ini. Jarang - jarang.. Terus menurut loe gimana dong? Gue pilih mana ?"
" Saran gue, loe jangan sama Ivan. Satu, dia sudah berulang kali nyakitin loe. Sampai - sampai si Fatur nunggu loe selama 7 bulan aja loe tolak. Gue lebih setuju loe milih antara Fatur atau Paimin. Walau Fatur menyakitimu dengan memacari wanita lain yang hanya bertahan 2 bulan, dan minta balikan ke loe lagi, dia lebih baik dari pada si Ivan. Ingat, loe berulang kali disakiti. Jangan percaya omongan pria gitu aja. Gue lebih setuju loe jadi sama Paimin. Dia baik kayaknya, pinter lagi. Simple man lah. "
" Yahhh.. kalau si Paimin mau sama gue. Kalau kagak? "
" Derita loe, Lad..Hahahha.. Berarti bukan dia, Lad.. Tenang aja. Loe ga jelek - jelek amat kok. Buktinya masih banyak pria yang rela menunggumu berbulan - bulan. Hahahahh.... "
" Budiiiiii.. kurang ajar loe.. " teriak Lady sambil mengejar Budi yang sudah mengambil ancang - ancang takut digebukkin sama buntelan Partitur lagu yang ada di tangan Lady.


Op_Ch
22.09pm, kamar kost.
Share Article on :

4 comments:

Terimakasih sudah berkomentar. Tinggalkan jejak untuk dikunjungi kembali.